TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produksi Naik di Lapangan Sukowati Berkat Inovasi

Agus Haryanto
23 August 2019 | 15:53
rubrik: Ekonomi
Produksi Naik di Lapangan Sukowati Berkat Inovasi

sumber : katadata.co.id

Jakarta, TopBusiness –  Lapangan Sukowati merupakan salah satu wilayah kerja terminasi yang pengelolaanya diberikan kepada Pertamina EP Aset 4 dan berhasil meningkatkan kapasitas produksi.  Hal itu terjadi sebab strategi  baru Satuan Kerja Khusus Migas atau SKK Migas, yang tentunya diperlukan inovasi.

Selain, berintegrasi sesama perusahaan Kontraktor Kerjasama Sharing (KKS) migas agar bisa semakin efisien dalam menekan biaya produksi.

Semenjak dikelola Pertamina EP Aset 4, produksi dari lapangan ini berhasil ditingkatkan dari 6.000 Barrel Oil Per Day (BOPD) menjadi 9.000 BOPD hanya dalam kurun waktu 3 bulan, bahkan sekarang produksi sudah mencapai sekitar 10.000 BOPD.

Keberhasilan ini perlu di apresiasi mengingat dalam kurun waktu 9 tahun terakhir. Lapangan Sukowati terus mengalami penurunan dari puncak produksinya yang pernah mencapai 40.000 BOPD.

Pencapaian tersebut diperoleh berkat rumusan konsep serta strategi baru yang diterapkan oleh SKK Migas dan Pertamina EP Aset 4, dimana belum pernah digunakan di lapangan yang lain. Konsep baru ini dikerjakan melalui program well service melalui sumur-sumur yang statusnya shut-in. Biaya yang diperlukan untuk konsep ini terhitung sangat murah, sekitar USD  500.000 – 900.000 atau 1/5 biaya pemboran sumur baru. Waktu yang dibutuhkan lebih kurang selama 30 hari namun mampu menghasikan  produksi 5 kali dibandingkan program pemboran sumur baru.

Ditegaskan  Vice President Perencanaan SKK Migas  Dadang Rukmana,  di kantornya pada Rabu (21/8/2019), program well service ini sangat mungkin diterapkan di lapangan lain mengingat berdasarkan uji coba yang telah dilakukan di Lapangan Sukowati, berhasil menghidupkan kembali sumur-sumur yang sudah tidak  berproduksi. “Dari 12 sumur uji coba, 9 sumur dapat dihidupkan kembali   dengan produksi 400 BOPD hingga 2.000 BOPD, terang Dadang dalam siaran persnya.

BACA JUGA:   LPS Turunkan Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen

Lanjut Dadang, Uji coba terakhir program ini dilakukan di sumur SKW-12 dan berhasil memproduksikan minyak sebesar 2.230 BOPD. Selanjutnya, tim SKK Migas – Pertamina EP Aset 4 yang dipimpin oleh Dadang selaku konseptor program akan kembali melakukan uji coba di Lapangan Sele-Linda dan Lapangan Poleng. Tentunya diharapkan uji coba berikutnya mampu memberikan hasil yang positif dalam upaya Pemerintah meningkatkan produksi migas nasional.

Albarsyah

Previous Post

Pemerintah Apresiasi Kinerja Pasar Modal Saat Ini

Next Post

Penutupan Akhir Pekan, IHSG Menguat 0,26 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR