TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saatnya Pasar Modal Berkontribusi Pada Ekspor dan Lapangan Kerja

Busthomi
23 August 2019 | 17:13
rubrik: Business Info
Akhir Pekan, IHSG Bertengger di Zona Merah

FOTO : Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di saat dunia pasar modal tengah berulang tahun yang ke -42 tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntut pasar modal lebih berkontribusi lagi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

Apalagi jika dicermati, saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi dunia, sehingga semua orang akan membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Disinilah pasar modal akan didorong untuk lebih berkontribusi. Makanya OJK terus mengarahkan agar industri pasar modal lebih berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung ekspor dan subtitusi impor, serta membuka lebih luas lapangan kerja,” papar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Wimboh, pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang, seperti untuk pembiayaan program-program strategis pemerintah maupun pembiayaan dunia usaha saat ini sudah mengalami peningkatan.

Selain berkontribusi, OJK juga mengarahkan Industri pasar modal untuk memperluas layanan dan memperkuat perlindungan konsumen pasar modal sejalan dengan upaya menumbuhkan industri pasar modal yang kuat dan terpercaya.

Berbagai kebijakan sudah disiapkan OJK, antara lain memperluas kesempatan bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal. Tentu dengan menerapkan segmentasi pendanaan di pasar modal berdasarkan ukuran perusahaan yang membutuhkan dana.

Kedua, melakukan simplifikasi pembukaan rekening efek untuk meningkatkan basis investor. Mekanisme pembukaan rekening Efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari, kini dapat dipersingkat menjadi sekitar 30 menit.

Selain itu, kebijakan pembentukan Perusahaan Efek Daerah akan terus dioptimalkan untuk memperluasan akses produk pasar modal di daerah-daerah.

“OJK juga mendorong industri pasar modal mengikuti perkembangan teknologi digital agar dapat bersaing dengan negara-negara lain, karena teknologi menjadikan proses perizinan dan transaksi menjadi lebih cepat, efisien, mudah dan transparan serta jangkauan yang lebih luas,” papar dia.

BACA JUGA:   PUPR Selesaikan 55 Unit Rumah Khusus

OJK juga telah memanfaatkan teknologi digital tidak hanya dalam proses perizinan, registrasi dan efisiensi pelaporan, akan tetapi dalam proses pengawasan sektor jasa keuangan.

Selama tahun 2019, berdasar data OJK, sampai 19 Agustus atau secara year to date (ytd), total penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal telah mencapai Rp112,4 triliun dari 104 penawaran umum, dengan 29 di antaranya adalah emiten saham baru melalui skema initial public offering (IPO).

Sementara itu, untuk total pengelolaan produk investasi telah mencapai Rp805 triliun, tumbuh 7,6% secara ytd.

Penulis: Tomy

Tags: ojkpasar modal
Previous Post

Penutupan Akhir Pekan, IHSG Menguat 0,26 Persen

Next Post

Obligasi MPM Finance Tawarkan Kupon 8,25-9,75 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR