Jakarta, TopBusiness – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan Timor Leste sangatlah prospektif dalam melakukan kerja sama dalam berbagai bidang, terutama, dalam bidang pembangunan serta infrastruktur.
Ditegaskan Menteri PUPR dalam kunjungan peringatan 20 tahun jajak pendapat. “Kami percaya kerja sama antar kedua negara akan membuat Timor Leste menjadi negara tangguh di Asia Tenggara dan mandiri secara ekonomi maupun politik,” tutur Basuki di Istana Presiden Timor Leste.
Selama 3 tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Timor Leste terus stabil dikisaran USD 222 juta hingga USD 229 juta. Kondisi ini mencerminkan hubungan baik dari Pemerintah kedua negara dalam kerjasama perdagangan.
Selain perdagangan, hubungan kerja sama Indonesia dengan Timor Leste di bidang pembangunan infrastruktur juga terjalin erat. Nilai proyek konstruksi dan konsultasi Indonesia pada sejumlah proyek infrastruktur di Timor Leste terus mengalami peningkatan.
Kerja sama kedua negara yang telah terjalin dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM Timor Leste yang dilaksanakan Kementerian PUPR antara lain pelatihan rehabilitasi dan rekonstruksi konstruksi jalan, program dan budgeting, dan pelatihan tenaga teknik operasional untuk operator buldozer dan alat-alat berat.
Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur fisik sangat penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten. Menteri Basuki berharap hubungan kerjasama yang selama ini telah berjalan baik antara Indonesia dan Timor Leste terus meningkat di tahun-tahun mendatang. “Dalam hal ini, Indonesia juga ingin mendukung pengembangan sumber daya manusia Timor – Leste melalui program kerja sama teknis di berbagai sektor,” ujarnya.
Pada malam hari, Menteri Basuki dan rombongan menghadiri perayaan 20 tahun Jajak Pendapat 30 Agustus 1999 di Tasi Tolu, Dili.
albarsyah
