TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saham Naik Tak Wajar, Ini Dalih Manajemen POLL

Nurdian Akhmad
5 September 2019 | 17:06
rubrik: Business Info
Saham Naik Tak Wajar, Ini Dalih Manajemen POLL

Jakarta, TopBusiness – Saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) di awal bulan ini sempat disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena lajunya tidak wajar alias terlalu kencang. Namun saat ini saham POLL sendiri sudah dibuka dan bisa diperdagangkan kembali.

Meski begitu, pihak Bursa tetap meminta ke perseroan untuk menggelar paparan publik (public expose) insidentil untuk menjelaskan ke publik penyebab kenaikan saham yang melonjak tinggi itu.

Menurut Direktur Utama POLL, Nico Purnomo, pihaknya mengaku tak melakukan intervensi apa pun terhadap laju saham perseroan. Laju saham yang tinggi itu hanya karena merespon kinerja perseroan yang tumbuh positif.

“Kami tidak tahu apa-apa (penyebab kenaikan harga saham). Hanya mungkin saja karena kinerja kami di semester I-2019 ini naik tinggi. Sejak pertama kali listing dan hingga kini pendapatan netto kita mencapai Rp403,51 miliar atau bertumbuh lima kali lipat. Termasuk laba bersih juga kini sudah naik empat kali lipat,” papar Nico di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Dengan kondisi keuangan yang seperti itu,klaim dia, telah berpengaruh ke pergerakan harga saham perseroan. “Jadinya beperngaruh ke persepsi dari investor ke saham kami. Apalagi dalam dua bulan ini naik signifikan,” imbuh dia.

Perseroan sendiri menargetkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 1,98 triliun atau meningkat sebesar 112,93% dari pendapatan di tahun 2018. Namun begitu, saat ini baru diakui sebesar Rp 403,51 miliar atau 20,4% dari target pendapatan yang telah diakui sampai dengan Juni 2019.

“Sehingga sekitar Rp1,57 Triliun atau 79,6% itu yang belum diakui di tahun 2019 ini,” jelas dia.

Pendapatan tahun 2019 itu, kata dia, berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 yaitu diproyeksikan sebesar Rp 1.516 milyar dan juga dari pendapatan atas penjualan baru yang terjadi pada tahun 2019 yaitu diproyeksikan sebesar Rp 461 milyar.

BACA JUGA:   Ratusan Perusahaan dari 12 Negara Ikuti BME Expo

“Sementara target laba bersih di tahun 2019 akan menjadi Rp 394,44 miliar yaitu meningkat sebesar Rp 165,37 miliar atau naik 72% dari tahun sebelumnya,” kata dia.

Sebagai informasi, BEI baru saja membuka perdagangan saham POLL pada perdagangan Selasa (3/9) lalu. BEI membuka suspensi saham POLL setelah cooling down sehari pada perdagangan sebelumnya.

“Suspensi atas perdagangan saham Pollux Properti Indonesia (POLL) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 3 September 2019,,” ungkap Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Mulyana, PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa, Senin (2/8).

Sebelumnya, BEI menyetop transaksi saham POLL akibat kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Pada Jumat (30/8), harga saham POLL melonjak 17,24% ke level Rp 5.474 per saham. Ini adalah harga tertinggi saham POLL sejak pencatatan perdana pada 11 Juli 2018 lalu.

Lonjakan saham POLL terjadi sejak awal Agustus. Sepanjang bulan Agustus, harga saham POLL melonjak 223%.

Penulis: Tomy

Tags: Pollux Properti
Previous Post

BI: Konsumen RI Tetap Optimis

Next Post

ASQ Berikan Akreditasi Bandara Sepinggan Balikpapan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR