Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik ke zona merah. Hal ini karena pasar global banyak terpengaruh sentimen negatif yang bisa menekan rupiah.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp 13.996 per USD. Angka ini sama dengan penutupan akhir pekan lalu alias bergerak stagnan. Namun terus melmah hingga 1 jam pertama ke tangga Rp14.010 atau terdepresiasi 0,31 persen.
Menurut analis pasar uang dari Valbury Asia Futures, Lukman Leong laju mata uang Merah Putih itu memang mendapatkan beberapa tekanan di awal pekan ini. Sehingga cenderung akan ke zona merah.
“Tekanan itu salah satunya datang dari penyerangan kilang minyak Arab Saudi. Karena kejadian itu membuat pasar mengalihkan investasinya ke aset safe haven seperti USD dan emas, sehingga membuat rupiah tertekan,” tutur dia di Jakarta, Senin (16/9/2019).
Selain itu, lanjut dia, tekanan juga datang dari gejolak perang dagang yang sampai saat ini masih berlangsung.
Tekanan lainnya, juga datang dari wait and see dari pelaku pasar terhadap hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang digelar Kamis (18/9) mendatang.
“Persitiwa itu semua, sejauh ini telah menjadi sentimen yang mewarnai pergerakan rupiah hari ini,” ujar Lukman.
Dengan kondisi pasar yang cukup mengkhawatirkan seperti itu, dia memproyeksi laju rupiah akan melemah pada perdagangan hari ini dengan berada di rentang Rp14.050 per USD hingga Rp14.150 per USD.
Penulis: Tomy
