Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG terkoreksi 32,16 poin, setara dengan 0,51 persen ke level 6.244,47. Aksi lepas saham lanjutan masih menjadi pilihan pelaku pasar.
Investor lebih memperhatikan kondisi konflik dagang antara China-Amerika dan geopolitik Timur Tengah, walau beberapa sentimen positif bisa dijadikan pendorong untuk mengoleksi saham-saham. Sebut saja, Bank Sentral Amerika (The Federal Reserve/The Fed) memotong suku bunga acuan sebanyak 0.25 menjadi 1.75-2 persen. Sementara di Indonesia. BI pun memangkas BI Rate sebanyak 25 basis poin (bps) ke posisi 5,25 persen.
Sepanjang transaksi perdagangan saham, indeks komposit Jakarta ini tak bergesar zona. Sejak pembukaan dan mengawali sesi I, indeks terlihat melemah 11,03 poin (0,18 persen) ke posisi 6.265,6. Bahkan, hingga penutupan perdagangan sesi I, indeks terus mengalami tekanan. Terlihat, melemah 25,11 poin (0,4 persen) ke posisi 6.251,52. Terus mencatatkan pelemahan. pada awal perdagangan sesi II, terkoreksi sebanyak 21,36 poin (0,34 persen) ke level 6.255,28, dan jelang akhir perdagangan 32,16 poin (0,51 persen) ke level 6.244,47.
Di pasar regular, transaksi saham berlangsung normal dengan volume mencapai 14.951.104.636 unit dan frekuensi 492.026 kali senilai Rp 7,758 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan aksi jual, seperti, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 300 ke posisi Rp 10.925, diikuti PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) Rp 16 ke posisi Rp 274, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 100 ke posisi Rp 46.575 per unit.
Penulis : Agus H
