Jakarta, TopBusiness – PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) akhirnya secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perseroan yang bergerak di sektor besi ini melepas sahamnya ke Bursa melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dan hari ini melakukan proses listing-nya.
Dalam perdagangan debutnya, saham OPMS memang langsung melambug 68,89 persen dari harga IPO. Tercatat, saham tersebut naik 93 poin dari harga penawaran Rp135 per saham menjadi Rp228 per saham. OPMS ditransaksikan sebanyak sembilan kali dengan volume 134 lot. Dari transaksi debut itu, untuk sementara, dana terhimpun sebanyak Rp3,06 juta. Transaksi tersebut pun langsung menuai auto reject.
Usai acara listing, Direktur Utama Optima Prima Metal Sinergi Meilyna Widjaja menegaskan, dari proses IPO ini seluruh dananya bakal digunakan untuk modal kerja.
“Apalagi aksi korporasi ini akan menjadi upaya perseroan untuk meningkatkan kinerja keuangan dengan memperkuat modal kerja. Salah satunya digunakan untuk memberli kapal bekas yang akan dijadikan besi scrap,” tutur Meilyna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Menurutnya, perusahaan akan membeli sejumlah kapal dengan target massa mencapai 10 ribu deadweight tonnage (DWT). Ia memproyeksikan untuk tahun ini dapat membeli sekitar 8-10 kapal bekas.
“Tapi bukan jumlah kapalnya yang kami perhitungkan, tapi tonasenya. Karena rata-rata tonase kapal itu berbeda. Kami incar punya tonase sekitar 1.000-10 ribu tonase,” paparnya.
Dia menegaskan, dengan pembelian kapal di paruh kedua 2019 ini bisa memenuhi target produksi besi scrap sebesar 24.000 ton. Sebelunya, perseroan mampu memproduksi 21.000 ton besi scrap. “Dan target penjualan ini optimistis tercapai karena ditopang dari penambahan supplier lain dari supplier yang ada sekarang,” ujarnya.
Sepanjang semester I 2019, OPMS telah merealisasikan 50% dari target penjualan besi scrap tahun ini atau sebesar 12.000 ton besi. Adapun saat ini sudah ada dua supplier kapal bekas yang telah meneken MoU untuk kerjasama yakni PT Ersihan Satya Pratama (ESP) dan PT Candi Pasifik (CP).
Direktur Keuangan OPMS, Alan Priyambodo Krisnamurti menambahkan, tahun ini target perseroan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp100 miliar sampai Rp110 miliar, dengan laba bersih mencapai Rp11 miliar.
“Untuk tahun ini omset kita di kisaran Rp100 miliar-Rp110 miliar. Dan untuk laba ditargetkan naik 8-10 persen,” imbuh dia.
Penulis: Tomy
