Jakarta, TopBusiness Pemerintah Arab Saudi memulihkan kapasitas produksi minyak mentah dunia, sehingga harga pun mengalami koreksi.
Sebelumnya, Saudi Aramco mengembalikan kapasitas penuh ke tingkat sebelum serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyaknya.
Selanjutnya, harga minyak juga terbebani oleh mata uang dolar Amerika. Menurut indeks dolar Amerika, mata uang Paman Sam ini mengalahkan enam mata uang utama lainnya atau mengalami peningkatan 0,28 persen ke posisi 99,3795.
Akibatnya, di New York Mercantile Exchange terhadap jenis minyak west texas intermediate untuk pengiriman November terkoreksi USD 1,84 ke posisi USD 54,07 per barel. Kemudian, di London ICE Futures Exchange atas brent USD 1,13 menjadi USD 60,78 per barel.
Penulis : Agus H
