TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Pangan Turun Picu Deflasi pada September 2019

Nurdian Akhmad
1 October 2019 | 11:37
rubrik: Ekonomi
Insentif Pajak dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2018

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Penurunan harga sejumlah bahan makanan memicu terjadinya deflasi pada September 2019. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Posisi ini lebih rendah dari deflasi Agustus 2019 sebesar 0,68%,

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya penurunan sehingga membuat IHK September mengalami deflasi.

“Dengan deflasi 0,27% ini maka inflasi tahun kalender Januari-September sebesar 2,20% sedangkan inflasi tahunan [yoy] itu adalah 3,39%,” ujar Suhariyanto kepada media di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Deflasi terjadi pada bahan makanan pada September -1,97%. Adapun cabai merah memberi andil deflasi 0,19%, bawang merah 0,07%, daging ayam ras 0,05%. Cabai rawit 0,03% andil pada deflasi. Sedangkan komoditas yang menyumbang inflasi adalah beras, sandang menyebabkan inflasi 0,72%.

Dengan inflasi yoy yang di bawah target, menurut Suhariyanto, inflasi hingga akhir tahun diperkirakan terkendali. Dari 82 kota yang disurvei, 70 kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi di Sibolga dan terendah di Surabaya, sedangkan 12 kota mengalami inflasi di mana inflasi tertinggi di Meulaboh dan terendah di Watampone dan Palopo.

Deflasi tertinggi di Sibolga ada -1,94%, Surabaya -0,02%. Inflasi tertinggi Meulaboh 0,91% akibat kenaikan harga ikan, dan inflasi terendah di Watampone dan Paolopo.

BACA JUGA:   Pagi Ini, Rupiah Tergerus ke Level Rp 14.155/Dolar AS
Tags: bpsdeflasiinflasi
Previous Post

Jalan Tol Cawang – Slipi Beroperasi Normal

Next Post

Jateng Role Model Penerapan SNI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR