Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan agar generasi muda mengasah keahlian yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga mengasah kepekaan, rasa, dan kreativitas. Individu dengan menggabungkan segala keahlian tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks dan rumit yang memerlukan penanganan, tidak hanya mengandalkan kecerdasan tapi juga empati dan inovasi.
Hal itu disampaikan Menkeu pada acara Milad Universitas Aisyiyah atau Unisa dengan tema “Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemandirian ekonomi Bangsa” di Gedung B, Unisa Yogyakarta, sebagaimana dikutip dari laman kemenkeu.go.id, hari ini.
“Kita harus mampu mendidik manusia yang tidak hanya memorizing, melakukan manual work, tetapi yang mampu melakukan analytical work, kreativitas, suatu komplek problem solving. Itu hanya bisa dilakukan oleh manusia melalui interaksi otak dan hati. Robot bisa menggantikan (kecerdasan) otak kita, tapi dia tidak bisa meng-create hati,” ungkapnya.
Di era revolusi industri 4.0, banyak pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan (artificial intellegence). Penelitian menunjukkan pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi.
Penulis : Agus H
