Jakarta, TopBusiness – Data ekonomi Amerika dinilai kurang menggembirakan dan berakibat memicu kekhawatiran investor akan perlambatan permintaan minyak mentah dunia. Akibatnya, harga pun bergerak variatif.
Riset Institute for Supply Management memperlihatkan, sektor jasa Amerika jatuh ke level terendah sejak 2016. Indeks non-manufaktur atau sektor jasa mencapai 52,6 persen, atau kehilanga 3,8 poin dari Agustus yang mencapai 56,4 persen.
Selanjutnya, indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur sebesar 47,8 persen, atau terendah sejak Juni 2009 dan menandakan kontraksi bulan kedua berturut-turut.
Akibatnya, minyak mentah berjaka di New York Mercantile Exchange terhadap west texas intermediate untuk pengiriman November terkoreksi USD 0,19 ke posisi USD 52,45 per barel. Sementara di London ICE Futures Exchange, brent untuk pengiriman Desember justru terangkat tipis USD 0,02 ke posisi USD 57,71 per barel.
Penulis: Agus H
