Jakarta, TopBusiness – Para pelaku pasar khawatir soal perlambatan ekonomi global yang bakal membebani pertumbuhan permintaan minyak di masa depan, apalagi belum ada tanda-tanda konflik dagang Amerika dan China berakhir. Sehingga, harga patokan minyak jatuh.
Dikabarkan, pejabat Amerika dan China akan bertemu di Washington pada 10-11 Oktober ini guna mencari titik temu soal transaksi diantara keduanya. Sementara, pemulihan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya pasca-serangan pesawat tak berawak atas fasilitas produksi utama di Arab Saudi.
Selain, Ladang minyak Buzzard di Laut Utara Inggris ditutup sementara dalam rangka pekerjaan perbaikan pipa. Buzzard adalah kontributor utama aliran minyak mentah Forties, yang terbesar dari lima kelas minyak Laut Utara yang menopang masa depan minyak mentah Brent.
Di bursa berjangka, jenis minya brent turun 24 sen menjadi USD 58,13 per barel, dan west texas intermediate 12 sen menjadi USD 52,69 AS per barel.
Penulis : Agus H
