Home Ekonomi Event ESTIM Raih Rekor MURI untuk  IT Service Management

ESTIM Raih Rekor MURI untuk  IT Service Management

Penyerahan rekor MURI untuk Program Komputer IT Service Management Pertama di Indonesia. oleh Senior Manager MURI Awan Raharjo kepada Dede Mulyana selaku komisaris PT Lemurian Inovasi Teknologi (prinsipal ESTIM) di Hotel Santika Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (11/10/2019)/Foto: Nurdian

Jakarta, TopBusiness – ESTIM, sebuah platform informasi teknologi (IT) besutan anak bangsa meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI)  sebagai Program Komputer IT Service Management Pertama di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manager MURI Awan Raharjo kepada Dede Mulyana selaku komisaris PT Lemurian Inovasi Teknologi (prinsipal ESTIM) di Hotel Santika Pemiere Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (11/10/2019).

Komisaris PT Lemurian Dede Mulyana mengatakan bahwa selain menegaskan bahwa ESTIM ini adalah produk pertama IT Service Management di Indonesia, penghargaan tersebut diharapkan bisa mengangkat citra bahwa anak bangsa bisa membuat produk berkualitas dunia.

“Terbukti produk ESTIM sudah di pakai perusahaan telekomunikasi di Brunei yang sebelumnya pakai platform dari Huwaei,” kata Dede kepada redaksi TopBusiness di sela acara penganugerahan penghargaan tersebut.

Uniknya lagi, kata Dede, karyawan dari PT Lemurian Teknologi sebagian besar atau sekitar 90 persen adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sebelumnya sudah ditraining selama tiga bulan.  “Jadi ini sangat mendukung sekali program pemerintah dalam memberdayakan anak SMK. Dan yang dihasilkan ini adalah produk hitech yang setara dengan produk luar negeri,” ujar dia.

Sementara itu, Senior Manager MURI Awan Raharjo mengatakan bahwa penghargaan ini sejatinya bukan hanya pemberian sebuah rekor, tapi juga sebagai sarana untuk menggugah semua elemen masyarakat untuk bisa berbuat lebih baik lagi demi kemajuan bangsa dan negara.

“Dan pada hari ini juga yang lebih membanggakan bahwa PT Lemurian Teknologi ini sebagai perusahaan pemegang hak cipta ESTIM di mana 90 persen karyawannya adalah lulusan SMK  dan ini melalui proses rekrutmen, dan ini sejatinya semangat kebanggan yang diggelorakan dengan SDM lokal karya anak bangsa yang tentu saja kita akui bahwa karya anak bangsa tidak kalah dengan karya anak bangsa lainnnya,” kata Awan dalam sambutan penganugerahan rekor MURI.

Foto: nurdian

Keunggulan ESTIM

Mengenai ESTIM, Dede menjelaskan bahwa itu merupakan sebuah platform yang di dalamnya terdapat banyak produk berupa modul-modul yang merupakan solusi untuk mengotomasi proses bisnis. Saat ini, PT Lemurian sudah memiliki delapan varian produk yang bisa menjadi solusi IT bagi para pelaku bisnis maupun untuk kepentingan pemerintahan.

Dede memaparkan, delapan produk itu adalah Citizen Service Management untuk Smart City, Healthcare Service Management, Eduational Service Management, Property Service Management, Customer Service Management, Enterprise Service Management, Field Service Management, serta produk unggulan PT Lemurian yaitu IT Service Management. IT Service Management merupakan produk yang digunakan untuk digitalisasi seluruh proses IT mulai dari perencanaan IT, operasional IT, dan untuk continual improvement IT.

“Selama ini IT kan identik dengan implemental atau mengimplementasikan solusi-solusi untuk bisnis, sementara mereka banyak yang masih manual. Ini jadi solusi untuk mengotomasi seluruh proses bisnis,” tuturnya.

Menurut Dede, PT Lemurian Teknologi  tertarik untuk membesut ESTIM karena selama ini banyak perusahaan di Indonesia mengimplementasikan produk IT dari luar negeri seperti dari BMC Remedy, Service Now, dan Manage Engine. Ironisnya, produk tersebut diimplementasikan dan dijual oleh orang-orang Indonesia.

“Jarang sekali orang Indonesia yang mau membuat produk sendiri, mereka lebih mengutamakan produk dari luar  karena mungkin sudah proven dan satu lagi mereka itu memberikan margin atau profit yang cepat sehingga daripada bikin produk mendingan jadi implementer produk luar,” tuturnya.

Dede mengakui,  ESTIM yang diluncurkan pada Juli 2017,  awalnya disangsikan kualitasnya oleh banyak pihak. Pertama karena sudah banyak produk sejenis dari luar negeri, serta sudah banyak produk-produk open source.

“Namun diakui, produk luar tersebut memiliki plus-minusnya. Produk dari luar itu umumnya mahal, support-nya juga jarang di lokal. Bahkan untuk open source tidak ada support-nya, pengembangannya juga tidak jelas,” ujar Dede.

Untuk itu, kata Dede, pihaknya membuat ESTIM supaya bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, termasuk juga memberikan support penuh kepada pelanggan. Harga yang ditawarkan juga cukup bersaing, sekitar seperempat lebih murah dibandingkan produk luar negeri.

“Produk-produk yang berbayar dari luar umumnya dihitung dari jumlah pemakaian. Jadi setiap user dikenakan biaya lisensi. Sementara produk kami ini unlimited user. Ratusan user bayarnya cuma satu lisensi, yaitu lisensi aplikasi. Jadi sangat hemat sekali,” kata Dede.

Saat ini, menurut Dede, sudah ada 12 pelanggan ESTIM baik dari perusahaan swasta maupun BUMN.  Pihaknya menargetkan pada pertengahan tahun 2020, pelanggan ESTIM paling tidak bisa mencapai 50 customer.

Mengenai model bisnis perusahaan, Dede menjelaskan, PT Lemurian Teknologi merupakan prinsipal ESTIM. Pihaknya yang membuat produk, memiliki produk  dan menjual produk melalui distributor, reseller dan para agen. “Jadi kami tidak jual langsung ke customer, tapi melalui partner kami yang sekarang sudah ada 12 partner,” ujar dia.

 

Penulis: Nurdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here