TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Apresiasi Rupiah Ditopang Trade War dan Inflasi AS

Nurdian Akhmad
14 October 2019 | 11:29
rubrik: Ekonomi
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada hari ini diproyeksi akan bergerak menguat. Hal ini karena ditopang oleh sentimen positif dari AS.

Antara lain terkait berakhirnya negosiasi perang dagang antara AS dan China yang menyepakati untuk mengakhiri perang tersebut. Selain itu juga masalah inflasi AS yang rendah juga ikut menekan USD, sehingga menguntungkan rupiah.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp 14.130 per USD atau menguat 7 poin dari penutupan Jumat lalu di tangga Rp 14.137 per USD. Bahkan dalam satu jam pertama mata uang NKRI itu kian perkasa ke posisi Rp 14.120 atau terapresiasi 0,12% alian 17,5 poin.

Hasil dari negosiasi perang dagang itu menyebutkan, kedua negara menyepakati beberapa persyaratan, seperti penundaan tarif impor tambahan terhadap barang asal China yang seharusnya efektif per 15 Oktober esok.

Sementara berdasar data yang dirilis, ternyata laju inflasi AS untuk periode September lalu hanya di angka 0,0% atau lebih rendah dari konsensus analis yakni sebesar 0,1%.

“Kondisi itu membuat tekanan pada the greenback semakin besar. Sehingga rupiah dapat mengambil kesempatan untuk melanjutkan penguatan. Semua sentimen positif itu telah menopang apresiasi rupiah,” ujar ekonom Bank Permata, Josua Pardede, di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Namun begitu, di mata Josua, laju rupiah justru hanya akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan sepanjang hari ini.

“Diperkirakan rupiah akan bergerak terbatas dengan kisaran lajunya di Rp 14.100 per USD hingga Rp 14.175 per USD,” tegas Josua.

Pada perdagangan Jumat lalu atau akhir pekan itu, kurs rupiah di pasar spot mengawang 0,08% menjadi Rp 14.138 per USD. Sementara kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menaik 0,13% ke Rp 14.139 per dollar AS.

BACA JUGA:   Berkurang, Kontraksi Penjualan Properti Hunian

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Pariwisata Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Next Post

Resmikan KCP ke-7, BNI Syariah Dukung Qonun LKS di Aceh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR