Jakarta, TopBusiness – Pascaperjanjian divestasi saham perseroan oleh Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau sebelumnya bernama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada perdagangan Senin (14/10/2019) diburu investor.
Di perdagangan pagi, data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham INCO diborong Rp 5,17 miliar oleh investor asing, sehingga membuat harga sahamnya naik 1,31% di level Rp 3.880 per saham. Adapun investor domestik masuk membeli saham ini sebanyak Rp 66 miliar pagi ini.
Meski begitu, dalam 5 hari perdagangan terakhir, asing masih melepas saham INCO sebesar Rp 23 miliar di semua pasar dan year to date (ytd) asing keluar Rp 394 miliar di semua pasar. Kendati asing keluar sejak awal tahun, tapi saham INCO pada periode ytd ini sudah meroket hingga 19,02%.
Berdasar data laporan keuangan per akhir semester I-2019, saham beredar milik Vale Indonesia total sebanyak 9.936.338.720 saham, maka porsi 20% saham divestasi yang mesti dibeli MIND ID adalah sebanyak 1.987.267.744 saham.
Dengan asumsi harga rata-rata saham INCO pada pekan lalu di level Rp 3.600 per saham, maka nilai divestasi diperkirakan sebesar Rp 7,15 triliun. Dana ini mesti disiapkan oleh MIND ID, bahkan dana tersebut bisa bertambah atau berkurang seiring perubahan harga saham INCO itu nantinya.
Perusahaan yang menjadi holding BUMN pertambangan yakni Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau sebelumnya bernama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) secara resmi sudah mengantongi 20 persen perusahaan pertambangan nikel asal Brasil, PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Group CEO MIND ID, Budi G. Sadikin menyebut, penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan Vale Indonesia. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.
“Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil) dan Freeport Indonesia (Amerika), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional,” ujar Budi di Jakarta, Senin (14/10/2019).
Pada 11 Oktober lalu, holding MIND ID dan Vale Indonesia bersama dengan para pemegang saham Vale yaitu Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengambilalih 20 persen saham divestasi Vale kepada peserta Indonesia.
Sementara MIND ID merupakan brand baru yang resmi diperkenalkan pemerintah untuk holding BUMN pertambangan yang sebelumnya bernama Inalum.
Menurut Budi, divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilaksanakan 5 tahun setelah amandemen tersebut.
KK Vale Indonesia akan selesai di akhir 2025 nanti dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.
Saat ini, pemegang saham Vale Indonesia adalah di antaranya VCL sebesar 58,73 persen, SMM sebesar 20,09 persen dan publik sebesar 20,49 persen.
Meski sudah ada kesepakatan divestasi saham Vale, pihak Inalum sendiri belum bisa memastikan nilai saham tersebut. Menurut SVP Corporate Secretary Inalum, Rendi Witular, pihaknya belum bisa menjelaskan estimasi harga per saham yang akan ditebus untuk 20 persen saham Vale tersebut.
“Harganya belum (ditentukan untuk 20 persen saham). Ini masih perpanjian pendahuluan,” jelas Rendi.
Penulis: Tomy
