Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menegaskan akan menyelematkan Jakarta dari bencana tenggelam sebab penurunan permukaan tanah.
“Kita harus bisa menyelamatkan Jakarta dari tengelamnya. Infiltrasi air laut ke daratan sudah semakin mengancam keberadaan Jakarta ini. Tentu penyebabnya adalah dengan pengurasan air tanah secara massif dengan insensitas sangat besar pula,” kata Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, kepada insan pers dalam sebuah media gathering, Selasa, (15/10), di Gedung Sarulla Kementerian ESDM.
Dijelaskan, dengan pemantaun secara rutin dari Badan Geologi bahwa terpantau pada tahun 2018 ini di Jakarta Utara Cekungan Air Tanah (CAT) pada level minus 35 di bawah permukaan laut (m.dpl). “Serta laju penurunan permukaan tanah tertinggi yang terukur dengan alat GPS Geodetik adalah 12 centimeter per tahun di daerah Ancol Jakarta Utara”, tegas Rudy kepada Top Business.
Penurunan muka tanah ini, lanjut Rudy, dapat dilihat secara fisik, seperti miringnya menara museum bahari di kawasan kota tua kampung Bandan, Jakarta Utara. Serta untuk di kawasan Thamrin ini kita bisa melihat miringnya gedung pusat perbelanjaan Sarinah. “Itu beberapa contoh fisik”, jelas Rudy.
Dengan kinerja apik Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi yang diberikan tugas khusus mengelola air tanah di CAT Jakarta. “Dan 2019 kinerja badan khusus ini sudah memberikan kerya nyata, selama lima tahun dapat memperbaiki lingkungan pada tahun 2013 tingkat kerusakan minus 45 meter di bawah permukaan laut, dan pada tahun 2019 ini sudah mengalami perbaikan menjadi minus35 meter (m.dpl)”, ucap Rudy.
Harapan Rudy, penyelamatan Jakarta serta bumi ini harus dilakukan partisipasi seluruh stake holder, pemerintah pusat, daerah. “Kita juga harus terus-menerus memberikan sosialisasi dan pendidikan serta pemahaman kepada seluruh masyarakat akan bahaya tersebut. Apabila terjadi bencana “dehidrologi” kerusakaan alam yang sangat terparah, maka kita akan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan hidup. Tentunya agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus bisa meningkatkan pelayanan air kepada masyarakat, saat ini PDAM baru bisa memberikan pelayanan 62 persen kepada masyarakat. PDAM harus bisa meningkatkan pengelolaan air permukaan dengan baik, agar agar tanah tidak terkuras dengan massif”, tegas Rudy.
Ditambahkan Rudy, perlu ada invosi agar air laut bisa ditawarkan. “Diperlukan Inovasi agar bisa memanfaatkan air laut untuk ditawarkan, agar air laut bisa dipergunakan untuk kebutuhan manusia. Selama ini belum ada inovasi teknlogi untuk hal tersebut”, ujar Rudy.
Albarsyah
