Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mendorong transformasi rantai pasok dan logistik pada sektor industri berbasis teknologi digital, seperti, physical internet, IT standards, data analytics, cloud, blockchain, robotics & automation.
“Transformasi logistik yang berbasis digital sangat diperlukan mengingat adanya tren sosial dan perubahan pola bisnis pada era digital,” kata Sekjen Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono saat pembukaan semina bertema Membangun Rantai Pasok Nasional Terintegrasi Berbasis Platform Logistik 4.0, di Jakarta, Rabu (16/10) dalam laman kemenperin.go.id.
Menurut Sigit, melalui transformasi manajemen rantai pasok dan logistik yang berbasis platform logistik 4.0, diproyeksikan mampu mendorong perubahan metode serta cara pertukaran data antar-ekosistem logistik menjadi lebih efisien. “Jadi, yang sebelumnya menggunakan pertukaran data bilateral menjadi platform digital, sehingga meningkatkan keamanan dan kemudahan akses pada informasi end-to-end rantai pasok,” terangnya.
Logistik 4.0 juga dinilai meningkatkan kepastian atas keaslian dan imutabilitas dokumen digital, meningkatkan kolaborasi ekosistem dan kepercayaan alur kerja lintas organisasi. “Tentunya, transformasi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia yang saat ini kurang lebih mencapai 24 persen dari produk domestik bruto dan meningkatkan indeks kinerja yang masih berada di bawah negara-negara Asia, seperti, Vietnam, India, dan China,” ungkapnya.
Penulis: Agus H
