Jakarta, TopBusiness – Perusahaan produsen keramik merek Essenza, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Persetujuan itu usai perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Kamis (17/10/2019).
“Hari ini sudah dapat persetujuannya, banyaknya 1,2 miliar lembar saham akan diterbitkan atau 10% dari modal ditempatkan disetor penuh oleh IKAI,” jelas Direktur Utama IKAI, Teuku Johas Raffli, usai RUPSLB.
Usai mendapat restu, dia memperkirakan nilai harga saham yang akan dipatok tak lebih tinggi dari Rp200 per lembar saham. “Sehingga, kami berharap dapat mengantongi dana maksimal hingga Rp 240 miliar. Kami targetkan paling cepat akhir tahun ini terlaksana ya, maksimal awal tahun depan,” imbuh dia.
Untuk penentuan harga private placement sendiri, kata dia, paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan. Dan waktunya selama kurun waktu 25 hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan Pencatatan saham tambahan hasil aksi korporasi ini.
Nantinya, dana itu akan digunakan sekitar 20% untuk modal kerja IKAI. Sebanyak 65% akan digunakan untuk modal kerja anak usaha yang bergerak di bidang manufaktur keramik, PT Internusa Keramik Alamasri (INKa). “Dan sisanya, sebanyak 5% akan digunakan untuk modal kerja PT Hotel Properti Internasional, dan 10%-nya untuk modal kerja PT Saka Mitra Sejati,” tutur dia.
Namun begitu, perseroan masih enggan membuka calon investor pemburu private placement itu. Paling tidak, kata Jonas, ada tiga perusahaan investasi dari luar dan dalam negeri yang tertarik membelinya. Pihaknya masih merahasiakan nama-nama investor tersebut.
Tomy Asyari
