TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Erick Thohir akan Jadikan BUMN sebagai Pelaku Bisnis di Pasar Global

Agus Haryanto
24 October 2019 | 09:36
rubrik: BUMN
Erick Thohir akan Jadikan BUMN sebagai Pelaku Bisnis di Pasar Global

Jakarta, TopBusiness – Janji Erick menjadikan BUMN sebagai perusahaan bertaraf Internasional.  Dalam tiga bulan kinerjanya dengan dasar Key Performace Indikator (KPI) akan memberikan angka terbaik. Misal, dengan membangun sinergitas BUMN dan menjadikan agent perubahan dan juga membina sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta memberikan keuntungan kepada stakeholder.

Visi Erick Thohir sebagai  Menteri BUMN terpilih pada periode 2019 -2024 ini akan memimpin badan usaha milik negara ini menjadi perusahaan dengan berdaya saing di pasar global. Oleh sebab itu Erick dengan nama sebutannya itu, menyatakan tentunya hal ini bukanlah pekerjaan mudah, dan ini merupakan tanggung jawab agar badan usaha milik negara ini bisa menjadi pemain di tingkat Internasional, pasar global.

Apalagi tegas Erick mengutip dari pidato Presiden RI, Jokowi, bahwa pada tahun 2045 Indonesia akan meningkat kelasnya menjadi negara maju. Oleh sebab itu Indonesia harus mengejar mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan.

“Kita harus bangun kolaborasi, sinergitas yang solid sesama badan usaha milik negara ini agar badan usaha milik negara ini memiliki daya saing agar juga memberikan kekuatan pula bagi negara sebagai pemilik badan usaha tersebut, tegas Erick kepada insan pers di gedung BUMN Jakarta,  setelah serah terima jabatan menteri dari Rini Suwandi kepada dirinya.

Mentri BUMN berusia 49 tersebut menyatakan, tugas  Menteri  BUMN  sangat  berat  apalagi  peran  BUMN  sebagai lokomotif  pembangunan  di  Indonesia  sangat  kontradiktif  dengan  prinsip  korporasi  yang berorientasi keuntungan.  Apalagi peran badan usaha ini memiliki peran ganda pula. “Kita harus menyadari bahwa kita merupakan agen perubahan  bagi Indonesia,  sehingga  kita  harus  memikirkan  bagaimana  kita  bisa  menjadi  pusat  kinerja  bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia”, ujar Erick.

BACA JUGA:   Holding RS BUMN menuju Pelayanan Standar Global

Diakuinya, tugas sebagai menteri tak ringan.  “Tugas  Menteri  BUMN  sangat  berat  apalagi  peran  BUMN  sebagai lokomotif  pembangunan  di  Indonesia  sangat  kontradiktif  dengan  prinsip  korporasi  yang berorientasi keuntungan. Kita harus menyadari bahwa kita merupakan agen perubahan  bagi Indonesia,  sehingga  kita  harus  memikirkan  bagaimana  kita  bisa  menjadi  pusat  kinerja  bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia”,  ujar Erick.

Lanjut Erick lagi,  tugas sebagai Menteri BUMN pastinya memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang harus dicapai dalam waktu 3 bulan. Untuk itu, di hari pertamanya di Kementerian BUMN, Menteri Erick langsung mengajak jajaran Eselon I Kementerian BUMN dan para Direktur Utama BUMN untuk rapat perdana di ruangannya. “Besok juga sudah mulai rapat terbatas bersama Presiden jam 10,”  tegas pengusaha mass media.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini Soemarno turut memberikan wejangan kepada penerusnya itu. Terdapat beberapa poin yang menurut Rini menjadi pekerjaan rumah yang  harus  diselesaikan  oleh  Erick  ke  depannya.

Satu  diantaranya  adalah  mengenai pembentukan holding yang merupakan bagian dari program Presiden Joko Widodo.  “Kementerian  BUMN  memiliki  sektor  usaha  yang  cukup  besar.  Targetnya  adalah  per sektor ada holding company dan sub holding company yang diharapkan nantinya akan terbentuk super holding seperti Temasek,” tandas Rini.

Rini menjelaskan, hingga saat ini sudah terbentuk beberapa holding dari masing-masing sektor  usaha,  yakni  holding  kehutanan,  perkebunan,  pupuk,  semen,  migas  dan  tambang. Sementara itu, beberapa holding yang masih dalam proses adalah holding farmasi, perumahan, konstruksi, dan asuransi yang menurut Rini menjadi pekerjaan rumah ke depan.

Selain holding, Rini juga berpesan agar kebersamaan BUMN harus terus dijaga.  Pasalnya, kebersamaan antar BUMN semakin memperkuat kinerja mereka.  “BUMN  kalau  tidak  bersinergi  itu  seringkali  berkompetisi  yang  akhirnya  malah melemahkan  kita  semua.  Alhamdulillah  sekarang  mereka  semua  sudah  bisa  saling berkomunikasi. Yang besar mau melihat ke yang kecil dan yang kecil berani datang ke yang besar dan itu yang ke depannya saya titip ke Pak Erick agar kemitraan antar BUMN itu tetap terjaga, untuk satu bersama-sama memperbaiki kinerja mereka,” ucap Rini.

BACA JUGA:   Bantuan Bencana Hidrometeorologi, Hutama Karya Perkuat Akses dan Hunian Sementara

Pesan Terakhir, Rini juga meminta agar BUMN dapat memenuhi fungsi BUMN yang tertuang dalam Undang-Undang BUMN Nomor 19 Tahun 2003 Pasal 2. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa BUMN dapat turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.   Dia  berharap  agar  program-program  BUMN  yang  mengarah  pada  peningkatan kemampuan  usaha  mikro,  super  mikro,  dan  usaha  kecil  yang  banyak  ditemukan  di  daerah pedesaan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Pasalnya, sektor usaha tersebut menjadi salah satu kekuatan perekonomian Indonesia. Rini percaya, Erick dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diteruskan kepadanya.

 

ALBARSYAH

Previous Post

IndoPremier Kantongi Dana Kelolaan ETF Lewati Rp 10 T

Next Post

Menteri Basuki Ajak Jajaran Kementerian PUPR Jaga Amanah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR