Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan menguat, meski terbatas. Apresiasi terjadi lebih karena ditopang oleh sentimen dalam negeri, di saat indeks dolar juga masih perkasa.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp 14.025 per USD atau menghijau 0,09% alias 13 poin dari penutupan sebelumnya di posiis Rp 14.038 per USD, yang juga menguat 0,09% di sesi penutupan akhir pekan lalu.
Hingga pukul 10.00 WIB, rupiah masih perkasa bertengger di level Rp 14.023 atau terapresiasi 0,11% ke level RP14.025 per dolar AS. Kondisi ini seolah berlawanan dengan pasar di saat situasi indeks USD juga tengah menguat.
Tercatat, indeks USD yang melacak kekuatan kurs USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau naik 0,038 poin atau 0,04% ke level 97,869.
Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,018 poin atau 0,02% ke level 97,849, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu ditutup menguat 0,2 poin atau 0,2% ke lev el 97,831.
Menurut ekonom asal Pefindo, Fikri C. Permana kebijakan Bank Indonesia pada tengah pekan lalu yang kembali memangkas suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) 25 basis poin menjadi 5% masih menjadi katalis positif rupiah.
“Sehingga pada hari ini, rupiah menguat karena terpengaruh penurunan suku bunga acuan itu. Kebijakan BI itu mengindikasikan bahwa BI optimistis pada pertumbuhan ekonomi ke depan,” tutur dia di Jakarta, Senin (28/10/2019).
Dengan kondisi tersebut, Fikri pun masih yakin pergerakan mata uang Merah Putih sepanjang hari ini bakal melaju positif, kendati terbatas. “Pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp 13.980 per USD hingga Rp 14.080 per USD,” tutupnya.
Tomy Asyari
