Jakarta, TopBusiness – Emiten yang bergerak di sektor bisnis ritel, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengaku masih terus bertumbuh di tengah masifnya bisnis ritel berbasis online. Kendati pertumbuhannya cukup tipis atau relatif stagnan.
Tercatat, hingga kuartal III-2019 atau dalam sembilan bulan di tahun ini, perseroan berhasil mengantongi penjualan kotor mencapai Rp13,8 triliun.
“Hari ini kami melaporkan, untuk capaian sembilan bulan yang berakhir pada September 2019 lalu, penjualan kotor naik 1,5% dari Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp13,8 triliun,” tutur Richard Gibson, CEO dan Wakil Presiden Direktur LPPF, di Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Sementara itu, kata dia, pendapatan bersih juga masih meningkat, meski tipis sebesar 0,7% menjadi Rp 7,8 triliun.
“Sedang untuk same store sales growth (SSSG) sebesar 0,5% dan laba bersih sebesar Rp 1.187 miliar atau Rp1,18 trilin atau setara dengan 8,6% dari penjualan,” tegas dia.
Matahari saat ini mengoperasikan 166 gerai di 75 kota di seluruh Indonesia, usai membuka 3 gerai specialty selama kuartal III-2019 di Medan (Sumatera Utara) dan Jakarta, ditambah satu gerai specialty lagi yang juga di Medan pada Oktober 2019.
“Kami mengantisipasi pembukaan 2 gerai format besar lainnya dan 2 gerai specialty pada kuartal terakhir di 2019 ini,” kata Richard.
“Dan saat ini, meskipun terdapat lingkungan ritel yang kompetitif, kami tetap mampu mencapai pertumbuhan penjualan yang positif,” tegas dia.
Kondisi itu seiring dengan terus meningkatnya berbagai koleksi fashion perseroan, bersama dengan analisa yang diperkuat atas basis loyalitas perusahaan. “Kami yakin bahwa Matahari akan terus bertumbuh,” ucapnya.
Apalagi saat ini, lanjut dia, basis pelanggan loyalitas aktif LPPF yang kini berjumlah 7,9 juta, telah tumbuh lebih dari 15% dari periode yang sama tahun lalu.
“Makanya kami yakini itu merupakan bukti kekuatan kami yang secara konsisten memberikan nilai yang luar biasa,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
