Jakarta, TopBusiness—Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, meskipun pasar masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, SBI (Solusi Bangun Indonesia) terus memerbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan memperkecil kerugian secara bertahap, hingga pada years to date 2019 (Januari-September 2019), berhasil kembali mencatatkan laba.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness, semalam, dijelaskan bahwa sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal ketiga 2019 mengalami perlambatan -2% menjadi 48,7 juta ton.
Meskipun demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada
segmen semen kantong khususnya di Jawa Barat, Yogyakarta, Sulawesi dan
wilayah Timur Indonesia. Sedangkan ekspor mengalami kenaikan 15,38% menjadi 4,7 juta ton.
Dijelaskan bahwa sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan volume penjualan SBI sebesar 2.27% dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23% menjadi Rp7,7 triliun, dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada periode yang sama tahun 2018.
Laba bruto meningkat 37,71% dan EBITDA melonjak hingga 68,82%. Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi yang terbukti berhasil menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional.
Biaya operasional turun 10,47% dikontribusikan oleh penurunan pada beban distribusi 3,08% dan penurunan beban penjualan 47,68%.
Beragam upaya yang dilakukan oleh perusahaan seperti peningkatan utilisasi pabrik dan program transformasi biaya, mampu memberi kontribusi pada total penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,47%.
Laba sebelum bunga dan pajak penghasilan, tercatat mencapai Rp665 miliar, dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun 2018.
SBI juga mampu bangkit dari keterpurukan sejak tahun 2015 dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp134 miliar jika dibandingkan kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.
Setelah meluncurkan Dynamix sebagai merek baru pada akhir September lalu, SBI kini gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelanggan dan para pemangku kepentingan melalui beragam program. Ke depan, SBI akan terus fokus untuk melanjutkan tren positif ini guna terus memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional, serta fokus pada program-program penambahan nilai untuk konsumen baik dari produk, solusi, maupun layanan pelanggan.
(Adhito)
