TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Produsen Semen Ini Membaik

Achmad Adhito
31 October 2019 | 09:27
rubrik: Business Info
Ini Sebabnya Inflasi 2017 Terendah 14 Tahun

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, meskipun pasar masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, SBI (Solusi Bangun Indonesia) terus memerbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan memperkecil kerugian secara bertahap, hingga pada years to date 2019 (Januari-September 2019), berhasil kembali mencatatkan laba.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness, semalam, dijelaskan bahwa sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal ketiga 2019 mengalami perlambatan -2% menjadi 48,7 juta ton.

Meskipun demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada
segmen semen kantong khususnya di Jawa Barat, Yogyakarta, Sulawesi dan
wilayah Timur Indonesia. Sedangkan ekspor mengalami kenaikan 15,38% menjadi 4,7 juta ton.

Dijelaskan bahwa sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan volume penjualan SBI sebesar 2.27% dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23% menjadi Rp7,7 triliun, dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

Laba bruto meningkat 37,71% dan EBITDA melonjak hingga 68,82%. Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi yang terbukti berhasil menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional.

Biaya operasional turun 10,47% dikontribusikan oleh penurunan pada beban distribusi 3,08% dan penurunan beban penjualan 47,68%.

Beragam upaya yang dilakukan oleh perusahaan seperti peningkatan utilisasi pabrik dan program transformasi biaya, mampu memberi kontribusi pada total penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,47%.

Laba sebelum bunga dan pajak penghasilan, tercatat mencapai Rp665 miliar, dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun 2018.

SBI juga mampu bangkit dari keterpurukan sejak tahun 2015 dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp134 miliar jika dibandingkan kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:   BRI Insurance Cetak Premi Rp 1,02 Triliun, Nik 40,49 Persen

Setelah meluncurkan Dynamix sebagai merek baru pada akhir September lalu, SBI kini gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelanggan dan para pemangku kepentingan melalui beragam program. Ke depan, SBI akan terus fokus untuk melanjutkan tren positif ini guna terus memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional, serta fokus pada program-program penambahan nilai untuk konsumen baik dari produk, solusi, maupun layanan pelanggan.

(Adhito)

Tags: semen dynamixsolusi bangun indonesia
Previous Post

Nilai Investasi Sektor ESDM

Next Post

IHSG Berkurang 5,18 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR