TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kementerian tengah Evaluasi Kinerja Perusahaan BUMN

Agus Haryanto
13 November 2019 | 13:15
rubrik: BUMN
BI Jaga Sasaran Inflasi

foto istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN terus mendorong agar perusahaan pelat merah tersebut semakin berkinerja baik, sehingga dapat  unggul di zona regional.

Staf  Khusus Bidang  Media, Arya Sinulingga  kepada mass media di Kementerian BUMN dalam temu keakraban di Jakarta, Selasa (12/11), menyatakan bahwa pihaknya melakukan evaluasi  seluruh kinerja perusahaan berstatus BUMN.

“Saat ini Menteri BUMN Erick Thohir sedang melakukan evaluasi seluruh kinerja perusahaan pelat merah ini. Jika BUMN  sudah baik  akan dipertahankan dan yang berkinerja buruk tentunya akan dicarikan solusi agar menjadi perusahaan yang baik”, tegas Aria.

Dalam kondisi seperti itu, tak bisa dipungkiri bahwa struktur organisasional dan manajemen perusahaan bisa saja dilakukan perubahan.

Lanjut  Aria menerangkan, saat ini juga sedang dibahas tentang susunan direksi BUMN yang kosong atau sementara ini dilaksanakan oleh pejabat pelaksana tugas (PLT), sehingga  dalam waktu dekat akan ada direksi baru di BUMN tersebut.

Kecepatan dan ketepatan dalam menetapkan jajaran pucuk pimpinan direksi, adalah untuk menambah kuat kinerja operasional perusahaan sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan di kancah Asean.  “Apalagi BUMN ini sedang berlari sangat kencang agar bisa menjadi perusahaan unggul di kawasan regionalisasi Asean  serta pasar global,” ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan, saat ini menteri BUMN juga sedang mengevaluasi dan memfinalisasikan kerja sama perusahaan migas Arab Saudi dengan PT Pertamina (Persero) yang akan membangun kilang prosesing plant di Cilacap,Jawa Tengah.

“Dimana perjanjian Aramco dengan Pertamina ini sudah berjalan 5 tahun, akan tetapi realisasinya juga belum kunjung terealisir pembangunan kilang tersebut. Oleh sebab itu,  Menteri BUMN membahas kembali apakah dilanjutkan atau batal sama sekali, lima tahun waktu yang cukup lama”, ujar Aria.

BACA JUGA:   Sambut Natal dan Tahun Baru 2023, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman di Kalimantan Timur

 

Albarsyah

Previous Post

BMSR Ditransaksikan Kembali

Next Post

BP Berau Tandatangani Kontrak Kapal PSV

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR