TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Memerah, BEI Bantah Dipicu Bom Medan

Busthomi
14 November 2019 | 14:06
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Pasca terjadinya aksi terorisme berupa bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) kemarin, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih di zona merah.

Namun begitu, kondisi tersebut dibantah pihak Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Direktur Utama BEI Inarno Djayadi, kondisi pasar yang fluktuatif itu menjadi hal yang biasa. Pasalnya, pelaku pasar masih merespon hal positif terhadap kondisi tersebut dan menilai pihak aparat penegak hukum bisa mengatasinya.

“Insiden di Medan rasanya tidak terlalu mempengaruhi market,” tutur Inarno ketika dimintai komentarnya di di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Disebut Inarno, turunnya indeks pada hari kemarin bukan dipicu sentimen negatif akibat dari insiden bom yang terjadi kemarin, Akan tetapi dikarenakan situasi market memang sedang fluktuatif yang dipisebabkan oleh banyak sentiment.

“Market naik turun itu biasa, turunnya juga tidak terlalu banyak. Hari ini juga ada koreksi tetapi tidak lebih dari 1 persen. Jadi saya pikir (insiden bom), tidak begitu mengganggu market,” kata dia lagi.

IHSG sendiri di sesi pagi masih melanjutkan kejatuhannya. Tercatat, Indeks dibuka melemah 4,96 poin atau 0,1 persen ke 6.137,54. Sementara hingga penutupan sesi pagi, IHSG juga ditutup melemah ke posisi 6.080,19.

Pada sesi kemarin, mengawali perdagangan Rabu (13/11/2019), setidaknya 124 saham menguat, 103 saham melemah, dan 129 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp326 juta dari 508 juta lembar saham diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 43 ribu kali.

Indeks LQ45 turun 2,22 poin atau 0,2 persen menjadi 972,66, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,13 poin atau 0,3 persen ke 683,09, indeks IDX30 turun 1,62 poin atau 0,3 persen ke 529,02 dan indeks MNC36 turun 0,35 poin atau 0,1 persen ke 336,64.

BACA JUGA:   Meski Terdampak Omicron, Mirae Asset Sebut IHSG bisa Positif Terkerek Pemulihan Ekonomi

Analis dari PT Valbury Sekuritas Indonesia, Suryo N mengatakan bauran sentimen baik dari dalam negeri dan luar negeri kembali menyulitkan bagi IHSG untuk bisa keluar dari tekanan. Hal itu telah membuat indeks terus di zona merah. “Mengingat faktor negatif kembali mendominasi sentimen bagi pasar,” tuturnya.

Sementara itu Analis dari PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan melemahnya harga komoditas Nikel -1.53 persen, Timah -1.43 persen, CPO -0.74 persen serta turunnya sebagian Bursa Asia pagi ini di tengah minimnya sentimen positif dari domestik berpotensi menjadi sentimen negatif penarik IHSG turun.

“Cukup beragamnya faktor penggerak IHSG, kami tetap antusias merekomendasikan investor melakukan trading harian atas saham dari sektor kimia/energi, properti, investasi, retail, konsumer, konstruksi dan logam untuk perdagangan di hari Kamis,” tegasnya.

Penulis: Tomy

Tags: beiihsg
Previous Post

Pegadaian Bersinergi dengan 27 Perusahaan di Jateng

Next Post

DIPA Diserahkan ke Seluruh Kementerian/Lembaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR