Jakarta,TopBusiness—PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) menerima kredit pendanaan sebesar total EUR 50 juta atau setara dengan Rp 775,5 miliar dari dua institusi keuangan internasional besar. Dua lembaga itu adalah Proparco dari Perancis dan FMO dari Belanda. Dana itu dipakai untuk membiayai berbagai praktik usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.
CEO Indosurya Finance, Henry Surya, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa dana itu disalurkan melalui Kredit Modal Kerja, produk pembiayaan UKM yang dimiliki pihaknya.
“Di tengah kesulitan likuiditas di berbagai perusahaan pembiayaan di Indonesia, Indosurya Finance tetap dipercaya sehingga mendapatkan kucuran dana itu. Ini merupakan kali pertama Indosurya Finance menerima kredit pendanaan dari dua institusi keuangan internasional tersebut,” kata dia.
“Indosurya Finance terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas, serta terus berupaya menjaga kepercayaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen baik perorangan maupun badan usaha,” kata Henry.
Dia menambahkan, “ Target kami untuk penyaluran pembiayaan bagi para pengusaha UKM di Indonesia melalui fasilitas kredit ini harus tercapai dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun.”
Melalui fasilitas kredit kepada Indosurya Finance, Proparco dan FMO semakin menegaskan komitmen mereka dalam membantu akses UKM terhadap layanan keuangan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Sektor UKM saat ini menjadi salah satu tulang punggung perekenomian Indonesia.
Pinjaman dana ini diperkirakan dapat memberi dukungan terhadap sekitar 400 UKM yang akan dibantu pembiayaannya melalui Indosurya Finance. Proparco bertindak sebagai lead arranger dalam proses pinjaman sindikasi untuk lima tahun ini dengan meminjamkan dana sebesar EUR 30 juta, sedangkan FMO memberikan pinjaman sebesar EUR 20 juta.
Dua institusi keuangan internasional besar asal Eropa tersebut merupakan anggota dari European Development Finance Institutions (EDFI).
(Adhito)
