Jakarta, TopBusiness – Semakin tak jelasnya soal kesepakatan fase satu antara Amerika-China menghantarkan pelaku pasar komoditas dunia kurang semangat. Sehingga, harga minyak mentah tergerus.
Para ekonom memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak, menyusul perang dagang selama 16 bulan antara Beijing dan Washington DC belum ada kejelasan. Apalagi, dikabarkan pemerintah China merasa khawatir atas kemajuan, akibat Pemerintah Trump masih belum bersedia menurunkan tarif.
Selanjutnya, ada rasa khawatir tentang ekspektasi pasokan minyak mentah yang berlimpah pada 2020 membebani pasar. Sebelumnya, persediaan minyak mentah AS naik 1,1 juta barel, ini terjadi kenaikan di minggu keempat.
Di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent turun USD 86 sen (1,4 persen) ke posisi USD 62,44 per barel. Sementara, west texas intermediate di New York Mercantile Exchange USD 67 sen (1,2 persen) menjadi USD 56,77.
Penulis: Agus H
