Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia atau BI mencatat kurs rupiah terhadap dolar Amerika sejak awal tahun hingga 20 November menguat 2,03 persen. Otoritas moneter itu memandang nilai nominal mata uang berlogo Garuda akan tetap stabil ke depannya.
Dalam site bi.go.id, di Jakarta, Direktur Eksekutif-Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, menyatakan bahwa pada November 2019, rupiah secara rata-rata mengalami apresiasi 0,42 persen, meskipun secara point to point mengalami depresiasi 0,41 persen dibandingkan dengan level akhir Oktober 2019.
“Dengan perkembangan tersebut, rupiah sejak awal tahun sampai 20 November 2019 menguat 2,03 persen (ytd). Penguatan Rupiah didukung oleh pasokan valas dari para eksportir dan aliran masuk modal asing yang tetap berlanjut didorong prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, daya tarik pasar keuangan domestik yang tetap besar, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda,” tuturnya.
Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah tetap stabil sesuai dengan fundamentalnya dan mekanisme pasar yang terjaga. Prakiraan ini ditopang oleh prospek NPI yang tetap baik seiring berlanjutnya aliran masuk modal asing ke Indonesia dipicu oleh berlanjutnya berbagai faktor positif.
Penulis: Agus H
