Jakarta, TopBusiness—Pakar sosiologi, Kastorius Sinaga, menilai bahwa langkah Menteri BUMN RI Erick Thohir dalam mengangkat komisaris Pertamina, merupakan teroboson inovatif.
“Pengangkatan Basuki Purnama (Ahok) sebagai komisaris utama disusul Komisaris Jenderal Condro Kirono sebagai komisaris, saya rasa terobosan,” papar mantan penasihat ahli Kapolri tersebut, melalui pesan WA kepada wartawan Majalah TopBusiness.
Kastorius mengatakan, Erick Tohir sangat paham bagaimana cara menyegarkan tubuh BUMN sembari menciptakan sinergi di antara korporasi dengan lingkungan eksternalnya, serta membentuk teamwork Pertamina. Itu di atas prinsip merit system “the right man on the right place in the right time”.
Komjen Condro Kirono, Kastorius berkata, sangat tepat menduduki posisi komisaris Pertamina. Condro pernah dan tergolong sukses saat memimpin Korlantas Polri, dan ia paham betul atas sistem distribusi dan urat nadi perhubungan secara nasional dan detail.
“Juga saat bertugas sebagai kabaharkam, saya menilai, Condro juga mengerti betul soal seluk-beluk pengamanan objek vital strategis sebagai salah satu tanggung jawab utama kabaharkam. Kita tahu, Pertamina berikut jalur pipa/sistem distribusi, kilang dan pusat produksi dan deposit energinya adalah salah satu objek vital strategis nasional yang keamanannya pernah masuk dalam tanggung jawab Condro,” papar Kastroius.
Masuknya Condro ke jajaran komisaris Pertamina jelas akan membawa “nilai tambah” bagi korporasi berupa kapasitas dan efek sinergi Pertamina di dalam mengemban misinya yang begitu strategis.
“Condro akan menjadi ‘suplemen’ penting bagi Ahok dan bagi Pertamina dalam mengakselerasi Pertamina untuk menjadi sebuah korporasi yang inovatif berfokus pada keamanan dan ketahanan energi,” ucap Kastorius lagi.
(Adhito)
