TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Optimis Peningkatan atas Produksi Migas

Agus Haryanto
28 November 2019 | 10:08
rubrik: Ekonomi
Optimis Peningkatan atas Produksi Migas

Jakarta, TopBusiness – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjadi keynote speech pada acara Join Convention Yogyakarta atau JCY 2019 yang diselenggarakan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), HAGI Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), dan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) pada tanggal 26 November 2019 di Hotel Tentrem Yogyakarta.

Acara JCY 2019 mengambil thema “Toward Massive Exploration and Maximizing Undeveloped Resources” dihadiri oleh sekitar 900 peserta dan menampilkan 650 makalah yang berbentuk presentasi dan poster dari para penggiat migas dan akademisi. Tingginya jumlah presentasi dan poster menunjukkan adanya inovasi dan room of improvement dalam rangka meningkatkan kinerja industri hulu migas nasional.

Pada paparannya, Dwi Soetjipto menyampaikan Indonesia saat ini memproduksikan minyak kurang lebih 748.000 barel minyak per hari dan gas 7.200 mmscfd (data per-30 Oktober 2019), dimana hal tersebut menggambarkan penurunan secara total kurang lebih 5 persen dibandingkan dengan produksi tahun lalu. Hal ini menunjukkan berbagai upaya dan kerja keras yang telah dilakukan oleh SKK Migas dan Kontraktor KKS sehingga penurunan produksi secara alamiah sebesar 20 persen dapat dihindari.

Menurutnya, peluang industri migas nasional masih besar karena dari total sebanyak 128 cekungan sedimen yang ada di Indonesia, baru 54 cekungan yang telah dieksplorasi dan berproduksi sebanyak 19 cekungan. Dengan demikian masih ada 74 yang menunggu untuk dieksplorasi serta 35 cekungan yang telah dieksplorasi diharapkan dapat ditemukan cadangan migas melalui eksplorasi dan investasi yang terus menerus di cekungan tersebut.

Untuk itu, SKK Migas memiliki empat hal yang menjadi pilar strategi jangka panjang yaitu, menjaga produksi yang ada sekarang, kemudian, transformasi resource menjadi produksi, lalu implementasi EOR, dan eksplorasi yang masif.

Dia menyinggung, keyakinan terhadap masih menariknya investasi hulu migas nampak terlihat di saat harga minyak dunia yang masih rendah, dengan adanya investasi di Blok Masela yang mencapai USD 19,8 miliar dan akan menambah produksi 9,5 juta ton pertahun untuk LNG dan 150 mmcfd melalui gas pipa menunjukkan bahwa investasi migas di Indonesia masih menarik bagi investor. Terlebih di Blok Masela investasi dilakukan di laut dalam dengan berbagai tantangan, semakin menunjukkan bahwa tingkat resiko investasi sebanding dengan potensi yang akan didapatkan, sehingga konsorsium Inpex tidak ragu-ragu untuk menanamkan investasi yang besar tersebut.

BACA JUGA:   Pemerintah Harus Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan untuk Tumbuhkan Kepuasan Publik

Dua tahun ini, SKK Migas sudah mengumpulkan para expertise di dunia migas untuk berkumpul bersama mendiskusikan berbagai macam subsurface dan juga teknologi yang ada saat ini dalam acara G&G Days 2019 dan Technology Days 2019. Salah satu hasil yang diperoleh adalah adanya keyakinan SKK Migas adanya potensi Giant Discoveries di 10 titik utama di Indonesia yang membentang dari barat ke timur.

Dari 10 titik tersebut, juga terdapat penambahan fokus eksplorasi di daerah timur, yaitu potensi area laut dalam/deep water. Fokus area ini memang menantang, tidak hanya membutuhkan ilmu yang tepat untuk dapat melakukan operasional secara efektif dan efisien, tetapi juga membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit dimana resiko yang dihadapi juga tinggi.

Kepala SKK Migas menyampaikan rasa optimisnya, dengan berbagai upaya, termasuk mendorong insan dan pelaku bisnis Migas untuk terus menemukan cara terbaik melalui teknologi agar semakin efisien dalam melakukan ekplorasi dan produksi, maka investasi di Indonesia akan menjadi semakin menarik. Oleh karena itu harapan meningkatnya Produksi migas nasional dan kembali mencapai angka 1 juta BOPD dapat dicapai di tahun 2030.

 

Albarsyah

Previous Post

Harga Minyak Dunia Terkulai

Next Post

Kebutuhan Energi Listrik di Ibu Kota Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR