Jakarta, TopBusiness – Harga minyak kembali terangkat. Pasalnya, pelaku pasar komoditas merasakan kekhawatiran, pasca-Presiden Amerika Donald Trump meneken Undang-undang sebagai tanda bukti mendukung para demonstran di Hong Kong yang berpotensi memicu gesekan China.
Beijing akhirnya bereaksi dengan memperingatkan Washington DC dan akan mengambil langkah tegas yang mendukung pemrotes anti-pemerintah Hong Kong.
Dengan dasar itu, investor khawatir bahwa langkah itu membuka peluang penundaan lebih lanjut perjanjian dagang awal yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan konsumsi minyak.
Di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent kehilangan USD 14 sen (0,2 persen) ke posisi USD 63,92 per barel. Sementara, west texas intermediate di New York Mercantile Exchange USD 13 sen (0,2 persen) menjadi USD 58,24.
Penulis: Agus H
