Jakarta, TopBusiness – Lembaga Pemeringkat Kredit Internasional Fitch Ratings baru saja menempatkan Long-term Issuer Default Rating PT Wijaya Karya (Persero) Tbk [WIKA] pada level BB dan national long-term rating pada tangga AA-(idn).
Selain itu, Fitch juga mengerek outlook perusahaan yang sebelumnya negatif kini menjadi stable.
Dengan kondisi tersebut membuktikan adanya perbaikan dalam pengelolaan keuangan perseroan. Hal ini disebutkan oleh Direktur Keuangan WIKA, Ade Wahyu, di Jakarta, Senin (9/12/2019).
Menurut Ade, dengan rating perusahaan yang berada pada level “BB” dan outlook stable itu menegaskan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menjaga kesehatan rasio keuangannya tetap terjaga.
“Buktinya terlihat dari rasio utang berbunga (gearing) perusahaan hingga kuartal III 2019 tercatat berada pada posisi yang masih rendah yaitu pada level 1,19x dibandingkan dengan batas utang berbunga perusahaan (covenant) sebesar 2,5x,” jelas dia.
Dengan pencapaian tersebut, tandas Ade, bakal semakin meyakinkan investor bahwa WIKA memiliki kemampuan untuk memenuhi segala kewajibannya.
Rating beserta outlook yang disampaikan tersebut juga mencerminkan kepercayaan Fitch Ratings bahwa WIKA akan terus bertumbuh di masa mendatang.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan nilai investasi mencapai Rp37.000 triliun serta pemindahan Ibukota baru dengan anggaran pembangunan sebesar Rp466 triliun.
Lebih lanjut Ade menyampaikan, WIKA juga melihat pentingnya memiliki strategi yang tepat dan kapabilitas untuk memastikan, kehadiran perseroan dalam pembangunan bangsa selain memberikan manfaat bagi masyarakat, juga turut berkontribusi positif bagi pertumbuhan perusahaan.
“WIKA menjadi satu-satunya kontraktor lokal yang mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. WIKA juga bertindak sebagai kontraktor utama dalam mengerjakan tol pertama di Kalimantan yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda juga tol Bangkinang-Pangkalan sebagai bagian dari Tol Trans Sumatera,” papar Ade.
Untuk itu, berbekal kekuatan neraca serta rekam jejak yang luas baik di dalam maupun luar negeri, WIKA dapat berperan lebih besar dalam menyukseskan program pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan oleh Pemerintah sekaligus mendeliver sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan.
Penulis: Tomy
