Jakarta,TopBusiness—Hari Belanja Online Nasional 2019 (Harbolnas 2019) menampilkan produk lokal. Dalam aktivitas tersebut, produk lokal yang dipasarkan adalah hasil bumi.
“Hasil bumi dipasarkan di Harbolnas 2019, karena sudah pasti bisnisnya kuat. Selain itu, jelas merupakan produk lokal Indonesia,” kata Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea/Indonesia E-Commerce Association) Ignatius Untung, di Jakarta (9/12/2019), dalam konferensi pers.
Dikatakannya, untuk tahun ini, Harbolnas menargetkan transaksi senilai Rp 8 triliun. Itu merupakan kenaikan ketimbang Harbolnas 2018 yang mencatatkan transaksi Rp 6,8 triliun.
“Target kami untuk tahun ini memang tidak muluk-muluk. Kami menargetkan kenaikan landai, dan meyakini angka Rp 8 triliun itu tercapai,” papar Untung.
Sementara itu, Deputi Infrasruktur Badan Ekonomi Kreatif RI, Hari Sungkari, mengatakan bahwa di Harbolnas 2018, nilai transaksi produk lokal mencapai 46% dari keseluruhan.
Mayoritas produk tersebut adalah produk terkait fashion. Itu seperti busana, perhiasan, dan lain-lain.
Pemasar produk tersebut, kata Hari, bisa saja tidak punya toko offline, tetapi punya produk. “Hal seperti inilah yang bisa kita sebut sebagai inklusivitas e-commerce,” dia menambahkan.
“Untuk Harbolnas 2019, sudah tentu kita mengharapkan bahwa porsi produk lokal melebihi capaian di tahun lalu yang 46%,” Hari berkata lagi.
(Adhito)
