TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GLVA Kantongi Rp67,8 M dari IPO

Busthomi
23 December 2019 | 12:00
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Galva Technologies Tbk (GLVA) secara resmi telah mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam proses perdagangan debutnya, saham GLVA terpantau naik 49,56% ke level Rp 338 per saham dari harga perdananya di level Rp 226 per saham.

Tercatat, pada pukul 09.07 WIB, saham Galva tersebut ditransaksikan sebanyak 3,02 juta lot dengan frekuensi hingga 146 kali dan menghasilkan transaksi sebanyak Rp 1,02 miliar.

Emiten yang bergerak di bisnis suplier produk elektronik ini menjadi emiten pamungkas yang mencatatkan saham perdana di BEI atau yang ke-55 di tahun ini.

“Galva menjadi emiten ke-55 yang melakukan IPO sekaligus yang terakhir di tahun 2019,” ujar Direktur Utama Galva Technologies, Oki Wijaya di BEI, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas 300 juta saham atau setara 20% saham ke publik dengan harga penawaran umum Rp 226 per saham dan dicatatkan di papan pengembangan BEI.

“Sehingga dari IPO ini, kami berhasil mengantongi dana sebesar Rp 67,80 miliar. Dan seluruh dana dari hasil IPO ini akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” tutur dia.

Pada saat yang sama, Galva Technology juga melaksanakan employee stock allocation (ESA) atau alokasi saham untuk karyawan sebanyak 1% saham dengan harga yang sama.

Pada saat proses itu, kata Omi, perusahaan telah menunjuk PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

BACA JUGA:   IHSG di Pembukaan Perdagangan Berkurang
Previous Post

Kementerian dorong Sinergi PLN dan Industri Smelter

Next Post

Bayi Itu Akhirnya Bernama Amdes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR