Jakarta, TopBusienss – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bisa kembali melanjutkan penguatannya jelang libur panjang natal dan tahun baru 2020. Hal ini karena sentiment dari dalam negeri berupa ditahannya suku bunga Bank Indonesia (BI 7 Day Repo Rate) pada akhir pekan lalu.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp13.965 per USD atau menguat 12 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.977 per USD. Namun di 1,5 jam pertama laju rupiah mulai loyo ke posisi Rp14.002,8 per USD alias tutun 25,3 poin atau 0,18%.
Menurut ekonom dari PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede laju rupiah pada perdagangan hari ini masih berpotensi untuk bertahan menguat. “Pergerakan rupiah bisa terus menguang di bawah Rp 14.000 per dollar AS, karena terpengaruh langkah BI mempertahankan suku bunganya,” ujar dia di Jakarta, Senin (23/12/2019).
Pada akhir pekan lalu, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, BI 7-day reverse repo rate (BI 7day-RR) di level 5%. Hal ini telah membuat rupiah bergerak menguat pada penutupan sebelumnya.
Pada perdagangan Jumat (20/12) lalu, kurs spot mata uang NKRI itu menguat tipis 0,05% ke Rp 13.978 per USD. Namun begitu, kurs tengah rupiah BI anjlok sebanyak 0,07% ke tangga Rp 13.993 per USD.
Akan tetapi, pergerakan rupiah bisa saja tak berjalan mulus. Pasalnnya, data pertumbuhan ekonomi AS yang stagnan, disebut Josua, berpotensi menahan penguatan mata uang Merah-Putih itu.
“Sehingga, dengan kondisi tersebut, kurs rupiah pada perdagangan hati ini akan bergerak di rentang Rp 13.950 hingga Rp 14.010 per USD,” ramal Josua.
Penulis: Tomy
