TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Suku Bunga BI Bisa Angkat Rupiah

Busthomi
23 December 2019 | 10:24
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusienss – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bisa kembali melanjutkan penguatannya jelang libur panjang natal dan tahun baru 2020. Hal ini karena sentiment dari dalam negeri berupa ditahannya suku bunga Bank Indonesia (BI 7 Day Repo Rate) pada akhir pekan lalu.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp13.965 per USD atau menguat 12 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.977 per USD. Namun di 1,5 jam pertama laju rupiah mulai loyo ke posisi Rp14.002,8 per USD alias tutun 25,3 poin atau 0,18%.

Menurut ekonom dari PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede laju rupiah pada perdagangan hari ini masih berpotensi untuk bertahan menguat. “Pergerakan rupiah bisa terus menguang di bawah Rp 14.000 per dollar AS, karena terpengaruh langkah BI mempertahankan suku bunganya,” ujar dia di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Pada akhir pekan lalu, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, BI 7-day reverse repo rate (BI 7day-RR) di level 5%. Hal ini telah membuat rupiah bergerak menguat pada penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (20/12) lalu, kurs spot mata uang NKRI itu menguat tipis 0,05% ke Rp 13.978 per USD. Namun begitu, kurs tengah rupiah BI anjlok sebanyak 0,07% ke tangga Rp 13.993 per USD.

Akan tetapi, pergerakan rupiah bisa saja tak berjalan mulus. Pasalnnya, data pertumbuhan ekonomi AS yang stagnan, disebut Josua, berpotensi menahan penguatan mata uang Merah-Putih itu.

“Sehingga, dengan kondisi tersebut, kurs rupiah pada perdagangan hati ini akan bergerak di rentang Rp 13.950 hingga Rp 14.010 per USD,” ramal Josua.

BACA JUGA:   BNI Salurkan KUR Rp 33,2 Triliun, Terbesar untuk Dukung Sektor Pangan

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

PUPR Bangun Rusun di Kalimantan Utara

Next Post

Emiten Ini Beri Pinjaman ke Anak Usaha di Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR