TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pencatatan Saham di BEI Diklaim Terbaik

Busthomi
30 December 2019 | 15:17
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim data perusahaan yang mencari pendanaan di pasar modal sepanjang 2019 lalu menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan untuk skema pencatatan umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menjadi yang terbaik di ASEAN.

Seperti diketahui, jumlah perusahaan yang melakukan IPO di 2019 sebanyak 55 perusahaan, memang masih rendah dibanding 2018 sebanyak 57 perusahaan. Namun disebut Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi, pencapaian itu merupakan yang terbesar di ASEAN.

“Kalau dibanding negara tetangga, kita yang paling oke. Dan dalam lima tahun ini grwoth kita (IHSG) yang terbesar di Asia Tenggara, sekitar 24-25 persen growth-nya,” ungkap dia di gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Kemudian peringkat kedua terbaik dari pasar modal Vietnam. Sementara negara tetangga, seperti Malaysia hanya bertumbuh 1-2 persen. Bahkan, pasar modal Singapura mencatatkan kinerja negatif 4-5 persen.

“Jadi, pencapaian 55 emiten baru itu luar biasa. Kita yang terbaik di ASEAN, sementara untuk di dunia urutan ketujuh tertinggi. Dan ini bukan kita (BEI) menilai, tapi lembaga dunia yakni Ernst & Young (EY Global Limited),” terang dia.

Sementara dari jumlah perusahaan IPO tersebut, dapat menghimpun dana mencapai Rp14,7 triliun. Dan di 2020 nanti, BEI juga tak terlalu agresif untuk bisa mendatangkan banyak emiten baru.

“Jadi untuk target IPO di 2020 itu kita masih konservatif saja. Ya mungkin sekitar 76 lebih dari pencapaian sekarang. Jadi ada kenaikan, tapi konservatif. Tahun ini ada 76 perusahaan untuk saham, DIRE, dan lainnya. Sehingga total perusahaan tercatat mencapai 668 perusahaan,” papar dia.

Lebih jauh dia menegaskan, selain perusahaan yang IPO, total perusahaan baru yang tercatat mencapai 76 pencatatan efek baru. Yaitu 14 pencatatan exchange traded fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 obligasi korporasi baru, 2 dana investasi real estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

BACA JUGA:   Kompetisi Trading Saham di Mirae Asset Sekuritas Lahirkan Trader-trader Baru

“Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang 2019 ini, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan,” tutup Inarno.

Fotographer: Rendy MR

Previous Post

Lifting Minyak Area Sumbagut Lampaui Target

Next Post

Transaksi Tunai Turun Jadi Rp41,5 M

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR