Jakarta, TopBusiness – Harga patokan minyak mentah dunia naik hingga mencapai satu persen lebih, menyusul tingginya tensi geopolitik di Iran.
Pelaku bursa berjangka, terkhusus, minyak mentah akhirnya ambil posisi memegang dan membeli. Pasca-interaksi Amerika-Iran memanas setelah serangan rudal Negara Paman Sam yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, harga komoditas emas hitam tersebut terkoreksi.
Mereka mengkhawatirkan soal potensi terganggunya produksi di Iran, yang merupakan produsen pasokan minyak global hingga mencapai sepertiga di tengah-tengah potensi pertumbuhan ekonomi dunia.
Akhirnya, di New York Mercantile Exchange melalui West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari melonjak 1,87 menjadi USD 63,05. Di London ICE Futures Exchange, minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Maret terangkat USD 2,35 menjadi 68,60.
Sumber Foto: Istimewa
