Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (06/01) lebih rendah 66,06 poin, atau setara dengan 1,05 persen ke level 6.257,403. Ketegangan di Timur Tengah menimbulkan spekulasi pelaku pasar.
Pelaku pasar akhirnya melepaskan sejumlah saham-sahamnya, menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas. Tentara militer Amerika sebelumnya melakukan serangan udara di Kota Baghdad dan menewaskan Jenderal Iran Qassem Solemani, dan Pemimpin Iran berjanji akan melakukan aksi balasan.
Indeks komposit Jakarta tersebut nyaris tak mampu ke luar dari zona merah, bahkan semakin tertekan sepanjang perdagangan hari ini. Selepas pembukaan perdagangan, indeks masih di area negatif di level 6.280,26 poin dan menjelang penutupan sesi I di posisi l 6.291,79 poin dan akhir sesi menjadi 6.286,81. Selepas sesi rehat atau pukul 13.31 WIB di tingkat 6.285,02 dan jelang penutupan perdagangan hari ini di posisi 6.265,01 poin.
Perdagangan berlangsung relatif sepi sebab hanya mencapai volume sebanyak 6.414.888.689 unit saham dan frekuensi 459.541 kali senilai Rp 5,118 triliun. Sejumlah saham mengalami kekurangan harga, diantaranya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Rp 15 menjadi Rp 1.260 per unit, diikuti PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) Rp 40 menjadi Rp 1.660, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 525 menjadi Rp 9.750.
Fotographer: Rendy MR
