Jakarta, TopBusiness – Mengatasi persoalan perumahan di Kota Jakarta, salah satu hal yang penting adalah pengadaan bank tanah (land bank). Sebab, harga tanah di Jakarta, sudah mahal.
Hal itu dikatakan oleh Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta, Vera Revina Sari, di Jakarta hari ini, dalam satu diskusi yang digelar PWJ Jakarta.
Vera mengatakan bahwa, sejatinya, bank tanah tersebut merupakan isu lama. “Dan sampai kini, masih di tingkat wacana,” kata Vera.
Hal lain pun perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan perumahan di Jakarta. Satu di antara itu adalah pajak progresif untuk properti hunian yang tidak dimanfaatkan. “Pajak tersebut bisa menjadi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang. Dan memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum punya hunian,” kata Vera.
Hal berikutnya yang perlu adalah membantu masyarakat dengan pola tertentu. Antara lain via program CSR perusahaan, dan kerja sama business to business.
Selanjutnya, insentif seperti bantuan uang muka kredit pemilikan hunian, perlu ada. “BLU (badan layanan umum) yang bertugas membangun rumah susun, diperlukan,” papar Vera.
BLU tersebut pun, Vera menambahkan, berperan dalam mengonsolidasikan lahan dan mengelola aset.
Selanjutnya, yang diperlukan adalah mengembangkan skema pendanaan tertentu. Di sini, developer properti diwajibkan membangun rumah susun sederhana sekaligus hunian komersial. “Pendanaan ini, non-APBD,” ucap Vera.
