Jakarta, TopBusiness—Pada masa Ali Sadikin sebagai gubernur DKI Jakarta, ada satu cara yang ditempuh untuk membangun kota.Yakni, dengan membongkar dan membangun di area tertentu.
“Dalam teori pembangunan kota, ‘bongkar dan bangun sebagian’, adalah salah satu cara. Dan itu dilakukan Ali Sadikin,” kata pengamat perkotaan, Hermawan S., di Jakarta (8/1/2010), dalam satu diskusi yang digelar PWJ Jakarta.
Dia mengatakan, menggunakan cara tersebut, Ali Sadikin juga bersikap manusiawi. Warga yang rumahnya dibongkar dicarikan hunian di Perumnas. “Ali Sadikin, tidak pernah mau datang saat pembongkaran. Sebab, sering menangis. Jadi, dia tuh lebih manusiawi,” papar Hermawan.
Cara lain dalam membangun kota adalah memindahkan ke satu tempat baru yang masih kosong. Cara inilah yang digunakan pemerintahan Indonesia saat ini, yakni dengan memindahkan ibu kota negara ke pulau lain. “Cara tersebut, sudah tentu berbiaya mahal. Serta membutuhkan keputusan politik tingkat tinggi. Walau begitu, bukan berarti cara yang ditempuh Ali Sadikin tidak berbiaya tinggi,” kata dia.
Adapun cara berikutnya adalah membongkar sebuah kota secara menyeluruh. Cara ini pernah dilakukan Hongkong dulu, kata Hermawan.
Banjir
Terkait banjir yang terjadi di Jakarta, Hermawan berkata bahwa di masa dulu, sebenarnya sudah ditetapkan bahwa bagian selatan adalah area resapan air. “Kalau sekarang ini, kan kondisinya kurang teratur. Sementara sebenarnya, kawasan selatan itu untuk daerah resapan air,” dia berkata.
Untuk penanggulangan banjir, dulu pun pemerintah DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah. Antara lain dengan membangun Cakung Drain. Normalisasi dan penanganan terhadap 13 aliran sungai pun berlangsung secara bertahap.
Sumber Foto Banjir Jakarta 2020: Rendy MR/TopBusiness
