Jakarta, TopBusiness—Presiden Direktur Cirebon Power, Hisahiro Takeuchi, mengatakan bahwa untuk berhasil meraih Penghargaan Proper Tingkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pihaknya melakukan penurunan beban pencemar air, total suspended solid (TSS), secara signifikan.
Itu dengan mengonversi rezim all volatile treatment (AVT) menjadi oxigen treatment (OT) pada WTP.
“Hal ini secara linear menurunkan jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan meningkatkan konservasi air,” kata dia di Jakarta (8/1/2020).
Modifikasi ukuran filter pada vibrating screen cukup efektif dalam menyeleksi ukuran batu bara sesuai spesifikasi boiler sehingga menggantikan penggunaan crusher yang kebutuhan energinya cukup besar.
Selain itu, Cirebon Power secara rutin menjalankan tiga program lingkungan yang dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar pembangkit, yaitu: bank bibit dan penanaman mangrove. Cirebon Power juga membangun taman terbuka hijau, baru-baru ini.
Penanaman dan pemeliharaan mangrove secara berkala memberikan dampak lingkungan yang cukup baik, yang dilihat dari indeks diversitas yang naik setiap tahunnya. “Hingga tahun 2019, penanaman mangrove setidaknya dilakukan di areal seluas 13,5 hektar,” dia menjelaskan.
“Kegiatan ini selain berhasil mengkonservasi energi juga menurunkan emisi Gas Rumah Kaca dalam rangka menangkis dampak perubahan iklim,” tambah Takeuchi.
Cirebon Power merupakan pelopor energi batu bara bersih di Indonesia. Perusahaan patungan tiga negara Indonesia, Jepang dan Korea Selatan tersebut berkomitmen terhadap green sustainability. Emisinya pembangkitnya Cirebon Power jauh di bawahnya ambang batasnya pemerintah.
“Kami juga berhasil menekan gas rumahnya kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq/kwh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik,” sebut Takeuchi.
Dalam menjalankan green sustainability, Cirebon Power melibatkan masyarakat sekitar pembangkit. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tak hanya tanggung jawab sosial, namun upaya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakatnya sekitarnya.
Sumber Foto: Istimewa
