Jakarta, TopBusiness—Pembangunan fasilitas pendukung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, telah selesai. Dukungan infrastruktur zona sub-inti merupakan pengembangan dari zona inti PLBN yang telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2017 lalu.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan lanjutan kawasan perbatasan Skouw merupakan instruksi Presiden Joko Widodo dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi pada kawasan PLBN Skouw sebagai beranda terdepan Indonesia.
“Pembangunan PLBN ini tidak hanya menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting sekali adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia- Papua Nugini,” kata Menteri Basuki seperti ditulis hari ini oleh situs kementerian tersebut.
Pengembangan zona sub-inti mulai dikerjakan pada tahun 2017 dengan biaya APBN sebesar Rp 246,5 miliar. Saat ini seluruh progres fisik fasilitas pendukung mencapai 100%.
Pembangunannya berada di atas lahan seluas 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9.921 m2, yang meliputi rumah dinas pegawai, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, masjid, gereja, fasilitas umum (rest area, ATM Center), fasilitas sosial (ruang terbuka hijau), dan pos TNI/Polri.
Selain itu juga dibangun area komersial dan pasar sebanyak 304 kios di atas lahan seluas 3.600 m2. Desain pasar terdiri dari kios basah, kios kering serta kios terbuka yang tidak memakai atap penutup berjumlah 50 kios.
Di kawasan tersebut juga telah dibangun 50 unit rumah khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami, dan revitalisasi rumah khusus sebanyak 50 unit bagi pegawai negeri sipil/ASN di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami.
Unit rumah khusus memiliki Tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu, yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase dan listrik. Dukungan infrastruktur permukiman di sekitar perbatasan berupa sistem penyediaan air minum (SPAM) 50 liter/detik antara lain untuk melayani 577 sambungan rumah.
Sumber Foto: Istimewa
