Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bakal mengalami pelemahan. Hal ini karena pasar merespon jelang pengumuman neraca dagang Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp13.684 per USD atau melemah tipis 4 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.680 per USD. Dan masih terlihat melemah hingga pukup 9.45 WIB ke tangga Rp13.720 per USD atau menurun 0,29% alias 40 poin.
Menurut analis pasar uang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Reny Eka Putri, laju rupiah pada hari ini akan sangat bergantung pada hasil data neraca perdagangan Desember 2019 ini yang akan dirilis siang ini.
“Sehingga kemungkinannya rupiah akan melemah tipis atau cenderung sideways. Lantaran pasar menunggu data trade balance, dan ekspektasinya kita masih akan defisit,” tegas Reny di Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Disebutkannya, ekspektasi tersebut diyakini akan memberikan sedikit tekanan pada pergerakan rupiah Rabu (15/1) ini. Di sisi lain, arus inflow atau dana asing yang masuk diyakini masih deras seiring meredanya konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
“Serta ada potensi meningkatnya kemungkinan damai fase pertama dalam negosiasi terkait perang dagang AS dengan China,” kata dia.
Dengan kondisi pasar yang seperti itu, maka perdagangan rupiah pada hari ini Reny memperkirakan pergerakan mata uang NKRI itu berpeluang melemah tipis dengan pola gerak di rentang Rp13.650 per USD hingga Rp13.734 per USD.
Pada perdagangan kemarin, mata uang Garuda itu tercatat ditutup melemah tipis 0,05% ke level Rp 13.680 per USD. Sebaliknya, kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, justru menguat 54 poin menjadi Rp 13.654 per USD.
