TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mendagri: Perlu ‘Grand Design’ Pertanian di Indonesia

Achmad Adhito
27 January 2020 | 13:04
rubrik: Ekonomi
Mendagri: Perlu  ‘Grand Design’  Pertanian di Indonesia

Jakarta, TopBusiness—Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan hari ini di Jakarta bahwa Indonesia saat ini sedang berupaya keras melakukan transformasi ekonomi dari ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam ke sektor berbasis jasa, industri manufaktur dan teknologi informasi.

Demikian ditandaskan Mendagri Tito di Rakernas Pembangunan Pertanian 2020 di Jakarta Selatan, Senin, 23 Januari 2020.

“Dalam transformasi besar di atas, sektor pertanian tidak ditinggalkan. Dan, memang, tak bisa tinggal di belakang dibanding sektor jasa modern dan lainnya,” kata dia.

Sektor pertanian masih merupakan domain utama penciptaan lapangan kerja di Indoenesia . Bahkan sektor pertanian sangat strategis karena menyangkut suplai kecukupan bahan pangan pokok seperti beras dan pangan.

Negara agraris tidak selalu identik sebagai negara tertinggal. Ini harus diyakini. Contohnya banyak seperti New Zealand. “Meski negara ini sudah maju di dalam ekonomi jasa, namun sektor agraris mereka justru penopang utama GDP mereka,” kata Tito.

“Saya pernah tinggal dan studi di New Zealand dan saya saksikan sendiri bahwa kemajuan sektor pertanian dan peternakan mereka beriringan dengan sektor manufaktur di sana. Teknologi, sistem pembibitan dan distribusi sektor pertanian di sana sangat terintegrasi maju. Ini berkat adanya grand design transformasi ekonomi yang memberi nilai tambah secara progresif ke petani dan sektor pertanian,” ucap menteri tersebut.

Selaku mendagri, dia menyatakan sangat mendukung bila menteri pertanian berkeinginan untuk menghela sektor pertanian dari bawah untuk swasembada beras, bawang, jagung dan sebagainya. “Selaku mendagri saya siap instruksikan inspektorat untuk menyisir perencanaan mulai dari bawah hingga ke tingkat atas yang berhubungan dengan pemajuan sektor pertanian ini.”

Namun juga harus diperhatikan agar ada sinkronisasi, bukan hanya antar Pusat- Daerah. Tapi utamanya juga di Pusat sendiri.

BACA JUGA:   Garap Tol Kunciran-Serpong, Anak Usaha JSMR Raih Kredit Rp3,3 T

Sinkronisasi data antar kementerian dan lembaga, seperti Mentan- Mendag- Bulog perlu dilakukan. “Agar benar benar berorientasi menjaga produksi dan jalur distribusi guna menjaga suply-demand pasar, demi kepentingan bangsa dan utamanya petani,” ujar menteri tersebut.

Rakernas Pembangunan Pertanian 2020 itu diikuti sekitar 1400 peserta. Itu termasuk kepala dinas pertanian seluruh propinsi dan kabupaten seluruh Indonesia.

Sumber Foto Mendagri Tito Karnavian: Indopolitika

Tags: sektor pertanianswasembada pangantito karnavian
Previous Post

Pembangunan Perpustakaan Musamus

Next Post

FOTO – TSG Global dan 10 Perusahaan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR