TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GMFI Fokus Tingkatkan Bisnis Perawatan Airframe

Busthomi
29 January 2020 | 11:28
rubrik: Business Info
GMFI Fokus Tingkatkan Bisnis Perawatan Airframe

Jakarta, TopBusiness – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) optimistis kinerja perseroan tahun ini bakal membaik guna menggenjot pendapatan. Hal ini seiring dengan ekspektasi peningkatan aktivitas penerbangan untuk group PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta terus tumbuhnya perolehan pendapatan dari perawatan pesawat dari non-group. 

Direktur Utama GMFI Tazar Marta Kurniawan mengungkapkan, posisi GMFI sebagai pemain utama dalam jasa MRO (Maintenance, Repair & Overhaul) di Asia maupun Global menjadi modal yang kuat untuk terus tumbuh.

“Apalagi saat ini customer kami dari non-group terus meningkat, terkhusus maskapai penerbangan internasional, ini yang akan menjadi fokus kami ke depan,” ungkap Tazar saat acara paparan publik di lingkungan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/1/2020).

Salah satu yang disasar perseroan dari non-group adalah meningkatkan bisnis airframe maintenance. “Pertumbuhan di sektor airframe itu 24% dari 2019 ke tahun 2020 ini. Dan mayoritas pertumbuhan didominasi airframe ini. Ini portofolio yang menjanjikan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan kita,” katanya.

Dia merinci, di tahun ini beberapa maskapai internasional sudah memastikan diri untuk dilakukan perawatan oleh anak usaha Garuda ini. Antara lain, AirFrance dari semula 3 pesawat menjadi 10 pesawat, Cebu Pacific dari 6 pesawat menjadi 11 pesawat, salah satu maskapai Korea Selatan dari 12 pesawat menjadi 18 pesawat.

“Kerja sama itu akan meningkatkan pendapatan GMF. Makanya kami optimis akan ada peningkatan untuk pendapatan dari group dan non group. Dari non group, tahun ini kami menargetkan pekerjaan redelivery meningkat menjadi 35 proyek dari sebelumnya 14 proyek di tahun 2019,” ungkap Tazar.

Untuk itu, di tahun ini perseroan menargetkan pendapatan dapat tumbuh sekitar 5% dengan pertumbuhan laba bersih sekitar 10%.

BACA JUGA:   BNI Syariah Gelar Pembiayaan KPR Sejahtera Syariah

“Target kenaikan pendapatan di tahun ini akan diikuti langkah efisiensi seperti mengoptimalkan kapabilitas yang dimiliki dan juga memaksimalkan penggunaan Part Manufacturing Approval (PMA),” ujar dia.

Previous Post

Wamendag: Sinergi Penting untuk Potensi Daerah

Next Post

Pamit, Dubes AS Puji Mendagri di Kerjasama Pembangunan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR