TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Virus Corona Pukul Industri Penerbangan, Pemerintah Diminta Beri Insentif

Nurdian Akhmad
3 February 2020 | 11:04
rubrik: Business Info
Garuda Disarankan Terbitkan Saham Baru

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Keputusan pemerintah menyetop sementara penerbangan dari dan ke China mulai Rabu (5/2) akibat penyebaran virus corona di Wuhan  diprediksi berdampak pada industri penerbangan nasional.

Pengamat Penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati mengatakan, dunia penerbangan Indonesia akan kehilangan expected revenue tahun 2020 bagi maskapai regular dan charter seperti Garuda Indonesi, Batik, Lion, Sriwijaya, Citilink. Sebab, potensi wisatawan atau pangsa pasar China cukup besar.

“Sehingga penyetopan penerbangan dari atau ke China itu membuat pemanfaatan pesawat menjadi minim. Padahal maskapai tetap harus membayar biaya sewa pesawat,” ujar Arista dalam keterangannya, Senin (3/2).

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah memberikan insentif ke maskapai terdampak. “Kami mengimbau kepada regulator selama keadaan belum normal karena dampak virus corona China, alangkah lebih bagus bila regulator selama larangan sementara terbang ke China PP, maskapai bisa diberikan insentif-insentif, diskon untuk landing, parking fee di seluruh bandara-bandara Indonesia, agar maskapai bisa mengalihkan penerbangannya ke rute-rute domestik,” ujar Arista.

Selain itu, kata Arista, harus diperhatikan juga insentif-insentif lain seperti tax spare part, biaya navigasi dan biaya lainnya. Ia berharap agar penyetopan sementara ini dampaknya untuk maskapai bisa diminimalisir.

“Mengingat Februari sampai dengan Mei adalah low season, insentif-insentif tersebut bisa mendorong maskapai tetap bergairah menjalankan bisnisnya,” tutur Arista.

Selain penyetopan penerbangan dari dan ke China, pemerintah memutuskan penghentian sementara pemberian visa bebas kunjungan dan visa on arrival untuk warga China yang hendak ke Indonesia.

Pemerintah juga meminta warga Indonesia tidak melakukan perjalanan ke China untuk sementara waktu. Dalam hal ini, tidak disebutkan sampai kapan larangan bepergian ke China itu diberlakukan.

BACA JUGA:   Virus Corona Bikin Resesi Global? Ini Kata Mantan Menkeu
Tags: Industri penerbanganmaskapai penerbanganVirus Corona
Previous Post

Kementerian PUPR Terus Cegah Korupsi

Next Post

Underpass YIA Dukung Jalur Wisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR