Jakarta, TopBusiness – PLN menunjukkan komitmen guna menyediakan suplai listrik dalam jumlah besar kepada pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Hal tersebut terbukti dengan dilakukannya penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL) dengan total daya sebesar 30 Mega Volt Ampere (MVA) atau setara dengan 30.000.000 Volt Ampere (VA) antara PLN dengan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) bertempat di Shangri La Hotel Jakarta, sebagaimana dilansir dari pln.co.id, hari ini.
Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Syamsul Huda mengungkapkan bahwa SILO merupakan pelanggan tegangan tinggi kedua di Kalimantan Selatan yang sudah mempercayakan listrik PLN. Sebelumnya, menggunakan captive power atau pembangkit milik sendiri untuk kegiatan operasional. Dengan ditandatanganinya SPJBTL tersebut, kini suplai listrik untuk operasional SILO dipasok penuh oleh PLN. “Terima kasih kepada PT SILO atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami, ini tentu menjadi bukti komitmen kami yang selalu berusaha untuk meningkatkan keandalan suplai listrik. Kami ingin menjamin operasional usaha para investor yang ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Chief Executive Officer SILO, Effendy Tios mengatakan pihaknya sudah lama mengidamkan listrik PLN yang murah, tapi dikarenakan SILO berlokasi di pulau Sebuku yang terpisah dari sistem kelistrikan PLN menyebabkan PLN tidak bisa menyuplai listrik untuk mendukung operasional usaha SILO. “Kami mengidamkan listrik PLN. Kami sadar bahwa untuk mendukung operasional usaha kami yang bergerak di bidang industri smelter, listrik sangat berperan besar. Karena harga listrik lebih murah dibandingkan dengan penggunaan pembangkit yang kami gunakan sendiri,” ujarnya.
