Jakarta, TopBusiness—Bisnis properti akan membaik dan memasuki booming pada tahun 2021. Hal ini berarti pasar properti yang booming pada tahun 2012-2013 lalu akan membaik setelah sembilan tahun. Hal ini dikatakan oleh pengamat properti, Asriman Tanjung, seperti ditulis di situs internet dia, hari ini.
Indikasi booming adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1% sampai dengan 5,5% dan mulai selesai dan beroperasinya pembangunan infrastruktur.
Penyebab selanjutnya adalah lebih kondusifnya kondisi perpolitikan karena telah selesainya masa pemilu di tahun lalu. Kabinet kerja jilid dua juga dipandang mampu dipercaya oleh pelaku bisnis.
“Tak lupa, penurunan tensi perdagangan global juga turut memberi andil perbaikan kondisi perekonomian nasional yang ikut mendongkrak pertumbuhan bisnis properti,” kata dia.
Prediksi booming properti tahun 2021 juga ditopang oleh kebijakan pemerintah dalam memberikan relaksasi tentang loan to value (LTV) dan finance to value (FTV). Di mana LTV dan FTV saat ini diperbolehkan oleh BI sampai dengan 100%.
Dengan demikian uang muka (DP) pembelian properti diperbolehkan tanpa uang muka alias 0%. Sehingga dengan kondisi ini lebih banyak lagi masyarakat yang sanggup membeli properti. “Terutama properti menengah ke bawah. Atau yang harganya per unit tidak lebih dari Rp 500 juta.”
“Sebelum adanya relaksasi, uang muka atas pembelian properti tidak boleh kurang dari 15%. Hal ini menyulitkan masyarakat dalam membeli properti karena keterbatasan kepemilikan uang tunai, walaupun mereka sanggup mencicil untuk harga properti idaman mereka,” ucap Asriman.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
