Jakarta, TopBusiness – Salah satu perusahaan Financial Technology (fintech) peer to peer lending (P2P), PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mengaku telah mengucurkan pinjaman ke kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebanyak Rp 1,98 triliun.
Angka tersebut merupakan total pinjaman sejak Amartha beroperasi selama 10 tahun ini. Langkah fintech tersebut diklaimnya telah ikut mampu mengentaskan kemiskinan.
“Dari jumlah Rp1,98 triliun itu dikucurkan ke 418.000 orang pelaku UMKM yang semuanya perempuan. Dengan tingkat NPL (kredit macet) hanya 0,8%,” jelas Chief Risk & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto dalam diskusi ‘Impact Investment: Dorong Percepatan Capaian SDGs’ di Jakarta, ditulis Kamis (13/2/2020).
Amartha telah membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia terutama pada penurunan angka kemiskinan, sehingga di 2019 lalu Amartha meraih penghargaan dari PBB sebagai growth stage company yang dianggap paling berkontribusi membantu menurunkan kemiskinan di dunia.
“Dari total borrower kita, itu sekitar 28% berstatus single parent yang tetap berupaya menghidupi keluarganya. Semua UMKM yang kita pinjami itu tersebar di Jawa dan sebagian Sumatera dan Sulawesi,” jelas dia.
Lebih jauh dia menegaskan, dari jumlah yang hampir Rp2 triliun itu berasal dari 70.000 pendana (lender) dan berasal dari kalangan milenial. Mereka menjadi pendana di Amartha karena ingin mendorong perubahan sosial di masyarakat.
“Tren investasi berdampak sosial akan terus berkembang ke depannya karena investor mulai mempertimbangkan nilai dan dampak dalam berinvestasi,” ujar Aria.
Dari semua pemberi pinjaman ke Amartha tersebut, kata dia, nantinya akan mendapatkan keamanan dengan implementasi sistem tanggung renteng dan meraih keuntungan efektif hingga 27% per tahun. “Selain itu juga telah ikut menciptakan perubahan nyata di masyarakat,” klaimnya.
Di tempat yang sama, PT Principil Asset Management (Principil) juga ikut mempercepat SDGs dengan menawarkan produk reksadana yang tak hanya memberikan keuntungan bagi investor, tapi juga ada nilai tambahnya.
“Melalui produk seperti reksadana principal philanthropy social impact bond find, investor kini memiliki pilihan investasi dengan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat. Jadi berinvestasi dengan memberikan efek sosial dan lingkungan yang positif, selain meraih financial gaun tentunya,” kata Chief Marketing Officer Principal, Diah Sofiyanti.
