Bank BRI: Bisnis Kita Sendiri Adalah CSR

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI merupakan salah satu bank BUMN dan tertua di Indonesia. Sebagai bagian dari BUMN, Bank BRI juga melaksanakan fungsi sebagai agent of development (agen pembangunan). Oleh karena fungsinya yang juga sebagai agen pembangunan, dalam menjalankan bisnisnya Bank BRI tidak hanya semata-mata memburu profit sebagai tujuan utama. 

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Bank BRI adalah bank yang fokus pada UMKM, bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat, dan perekonomian nasional,” kata Zainuddin Thalib selaku VP CSR Community Development Bank BRI di dalam sesi Wawancara dan Presentasi dihadapan Dewan Juri Top CSR Awards 2020 yang digelar Majalah TopBusiness di Jakarta, Rabu (13/2/2020).

Secara tegas, Zainuddin, mengatakan bahwa bisnis perusahaan adalah bisnis yang memiliki social impact (dampak sosial). Secara bisnis, Bank BRI juga merupakan bank yang langsung bersentuhan dengan CSR.

“Kenapa? Bisnis kita sendiri CSR, apa sebabnya karena tidak semua entitas bisnis yang bergerak di financial institution bisa melebarkan atau mau melebarkan sayap untuk membuka jaringan populasi ke wilayah yang sebenarnya ‘unprofitable” (tidak menguntungkan) secara bisnis, tetapi kami berani buka,” ungkap Zainuddin.

Lebih juah soal program CSR yang dilakukan, Bank BRI telah mem-branding sebuah program bernama BRI Peduli.

“Visi CSR kita, menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan nilai dan manfaat berkelanjutan bagi pemangku kepentingan,” papar Zainuddin.

Penyelenggaraan Program BRI Peduli merupakan implementasi dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007, PP No. 47 Tahun 2012, dan Permen BUMN No. Per-02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017.

Secara tegas, Zainuddin mengatakan bahwa program CSR yang dilakukan sudah melewati tahapan survey dan identifikasi. Hal itu dilakukan guna memastikan pentingnya CSR itu tepat sasaran dan sebagainya.

“Bagaimanapun kita penting untuk memastikan, betul bahwa bantuan itu tepat sasaran, betul tepat jumlah, bisa bermanfaat, sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan regulator, maupun internal perusahaan,” paparnya.

Selain melakukan survey dan identifikasi, hal penting lain seperti koordinasi dengan berbagai pihak dan melakukan benchmark juga telah dialkukan Bank BRI dalam program CSR-nya.

Secara garis besar, Bank BRI menggambarkan kegiatan bina lingkungan (BRI Peduli) ke dalam tiga cluster besar, yakni Planet People, dan Profit.

“Profit, bagaimana kita menciptakan bisnis di masyarakat yang memiliki profit buat penerimanya. Planet, kita bicara soal isu tentang pelestarian alam. Dan people, bagaimana memberdayakan masyarakat,” kata Zainuddin.

Tiga cluster besar ini kita implementasikan dalam tujuh Sektor Bina Lingkungan, yakni Bantuan Korban Bencana Alam, Bantuan Pendidikan, Bantuan Peningkatan Kesehatan, Bantuan Pengembangan Prasaran dan/atau Sarana Umum, Bantuan Sarana Ibadah, Bantuan Pelestarian Alam, dan Bantuan Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan.

Program BRI Peduli berdasarkan tujuh sektor tadi, diimplementasikan dalam program Indonesia Peduli, Indonesia Cerdas, Indonesia Sehat, Indonesia Membangun, Indonesia Takwa, Indonesia Lestari, dan Indonesia Sejahtera.

Secara umum, alokasi dana yang dikeluarkan Bank BRI mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di tahun 2019, untuk merealisasikan program BRI Peduli berdasarkan tujuh sektor, perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp226 miliar lebih, atau meningkat dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp163 miliar lebih.

Penulis: Fauzi

Fotografer: Rendy MR/TopBusiness.id

BACA JUGA

Tinggalkan komentar