TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Permintaan Domestik Tetap Baik

Agus Haryanto
18 February 2020 | 11:52
rubrik: Business Info
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi RI di tengah ancaman krisis ekonomi global. (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia atau BI menilai, neraca perdagangan Januari 2020 mengindikasikan permintaan domestik yang tetap baik.

Direktur Eksektutif-Departemen Komunikasi BI, dalam laman bi.go.id, di Jakarta, menuturkan bahwa peningkatan impor barang konsumsi menggambarkan daya beli yang tetap terjaga, sementara peningkatan impor barang modal mencerminkan keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif. “Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” tuturnya.

Januari 2020, neraca perdagangan mencatat defisit USD 0,86 miliar, meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya USD 0,06 miliar. Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas akibat kenaikan impor barang konsumsi dan barang modal untuk kegiatan produktif, di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan kondisi global yang belum kuat.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat didorong oleh menurunnya ekspor migas, meskipun impor migas juga telah lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2020 tercatat surplus USD 0,32 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD 0,94 miliar. Perkembangan tersebut satu sisi dipengaruhi kenaikan impor nonmigas yakni impor barang konsumsi dan modal seperti kendaraan dan bagiannya.

Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas belum kuat, terutama akibat menurunnya ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati serta komoditas bijih, kerak, dan abu logam yang menurun, sedangkan ekspor komoditas logam mulia, perhiasan/permata serta besi dan baja meningkat sejalan dengan permintaan global yang masih kuat.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Januari 2020 meningkat menjadi sebesar USD 1,18 miliar, dari defisitUSD 1,00 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan defisit tersebut terutama akibat kinerja ekspor migas yang menurun sejalan dengan menurunnya ekspor minyak mentah dan gas, meskipun impor migas juga menurun baik dalam bentuk hasil minyak dan gas.

BACA JUGA:   Menarik Peluang Investasi Transisi Energi Melalui 333 GW Potensi Proyek Energi Terbarukan Layak Finansial

Fotographer: Rendy MR

Previous Post

Elnusa Anggarkan Belanja Modal Rp 1,4 T

Next Post

Peringkat BPD DIY ialah id A

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR